Wartawan di Dharmasraya Jadi Korban Intimidasi dan Kekerasan


Rabu, 14 Oktober 2020 - 17:04:53 WIB
Wartawan di Dharmasraya Jadi Korban Intimidasi dan Kekerasan Korban penganiayaan dan pengancaman Arpaliadi, saat sedang dimintai keterangan oleh Petugas Kepolisian. Foto: Maryadi

HARIANHALUAN.COM - Intimidasi dan kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi di Dharmasraya. Kali ini dialami oleh pewarta dari media Online Reportase Ivestigasi, Arpaliadi.

Arpaliadi menjelaskan, di Mapolsek Pulau Punjung, tanpa disangka-sangka, ia yang tengah mengendarai sepeda motor di jalan baru Pulau Punjung, tepatnya di depan Rusunawa, dihadang oleh pria berinisial I R, warga Kecamatan Koto Baru.

"Pria I R ini langsung menghadang saya dan menarik saya ke kebun karet didepan itu, sampai dikebun karet, dan membentak-bentak," kata pria yang akrab disapa Ar Auk itu.

Ia mengatakan, bukan hanya sekedar intimidasi, namun pria tersebut juga sempat memukul Arpaliadi di bagian kepala dan menendang perutnya. Pelaku itu tidak senang dengan korban karena pemberitaan, korban dituding sering membuat berita tentang keluarganya, korban sudah lama dicari-carinya.

Bukan hanya itu kata Arpaliadi, selain melakukan pemukulan, pria bertubuh besar itu juga mengeluarkan gunting dari balik pinggangnya dan ingin menghujamkan pada korban.

"Setelah ia memukul saya, dan saya bilang, sudah itu jangan mukul lagi, nanti saya melawan, saat itulah, pelaku ini langsung mengeluarkan gunting dari pinggangnya dan mengancam saya," jelasnya.

Intimidasi dan kekerasan berhenti, saat sejumlah warga dan penghuni Rusunawa keluar dan melerai pertikaian tersebut. Terlebih lagi, pelaku dan korban sangat dikenal oleh warga setempat.

Atas kejadian tersebut, Arpaliadi melaporkannya ke Mapolsek Pulau Punjung, yang didampingi kuasa hukum, Al Khoviz Sukri.SH. Ia mengatakan, pihaknya meminta agar Polsek Pulau Punjung untuk mengusut hingga tuntas adanya dugaan penganiayaan dan pengancaman terhadap kliennya.

"Kita yakin dan percaya, bahwa jajaran Polsek Pulau Punjung, akan menindaklanjuti laporan Klein kita ini," ungkapnya.

Ia menegaskan, bahwa saat ini tidak lagi zaman bar-bar, negara Indonesia adalah negara hukum, bila ada kesalahan dari klein mari selesaikan secara hukum dan jangan lagi menggunakan gaya premanisme.

"Kita akan tuntut pelaku ini dengan pasal penganiayaan dan pengancaman dengan senjata tajam," tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Pulau Punjung, IPTU Syafrinaldi, membenarkan adanya salah seorang wartawan yang membuat laporan ke Mapolsek, atas dugaan tindak kekerasan oleh salah seorang oknum masyarakat Koto Baru

"Informasinya, kini sedang buat LP saya sedang di Padang saat ini," jawabnya singkat lewat WA. (*)

loading...
Reporter : Maryadi /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]