Perjalanan Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa, Sembuh Covid-19 Setelah Jalani Isolasi 6 Hari


Rabu, 14 Oktober 2020 - 21:49:21 WIB
Perjalanan Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa, Sembuh Covid-19 Setelah Jalani Isolasi 6 Hari Wakil Wali Kota Padang, Hendri Septa

HARIANHALUAN.COM - Beberapa waktu yang lalu Wakil Wali Kota Padang, Hendri Septa dikabarkan terinfeksi virus Corona. Ia dinyatakan terinfeksi virus tersebut saat melakukan perjalanan dinas ke Jakarta dengan beberapa staf lainnya. Dirinya dinyatakan positif Covid-19 bersama dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang, dan anggota DPRD Kota Padang. 

Saat dinyatakan positif, Hendri yang pada waktu itu masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Padang tersebut langsung melakukan isolasi dan melewati serangkaian perawatan untuk memulihkan kesehatannya kembali.  Berikut petikan wawancara Hendri Septa bersama Haluan TV di kantor HarianHaluan.com, Kota Padang, Rabu (14/10).

Pada pertengahan Agustus yang lalu Anda diberitakan terinfeksi positif Corona, bagaimana ceritanya?

Saya dinyatakan positif setelah melakukan perjalanan ketiga kalinya. Selama melakukan kunjungan saya menaati protokol kesehatan dengan baik menggunakan masker. Mungkin saya terkena kemarin karena pada saat makan buka masker, nah mungkin di situ virusnya menyebar.

Biasanya, setelah saya melakukan perjalanan dari luar kota selalu melakukan isolasi mandiri selama beberapa hari. Saya isolasi mandiri di kamar khusus di rumah sambil menunggu hasil swab test yang biasanya dilakukan pejabat sewaktu pulang dari luar daerah.

Pas waktu itu petugas laboratorium mengatakan kalau "wah ini pak hasilnya positif dan harus isolasi." Saya bilang oh memang kalau kembali dari luar daerah saya sudah melakukan isolasi mandiri. Lalu setelah isolasi mandiri selama seminggu saya dinyatakan negatif Covid-19. Tapi kan harus dua kali test dan tidak langsung bisa seperti biasa. 

Saya waktu itu tes hari Rabu dan hasilnya keluar Jumat dan di situ dinyatakan negatif. Hari Seninnya saya diperbolehkan kembali beraktivitas dan masuk kantor. Hari itu pas ulang tahun saya, mungkin itu hadiah juga bagi saya.

 Bagaimana cara Anda menghadapi krisis psikologi saat divonis terinfeksi Corona?

Krisis psikologi tentu ada, banyak juga di masyarakat yang berpikiran kalau virus Corona itu penyakit aib dan dapat perlakuan yang tidak mengenakan padahal itu hanya virus. Saat menjalani perawatan saya merasakan dukungan penuh dari keluarga, teman, ataupun tetangga sekitar.

Di keluarga, tetangga, ataupun bapak Wali Kota Padang mendukung secara penuh. Mungkin pada saat saya terkena virus yang masuk hanya sedikit karena menggunakan masker dan imun tubuh yang kuat. Bagaimana misalnya jika tidak memakai masker dan imun tubuh yang sedang tidak bagus.

Kita juga selalu memberikan pengertian ke masyarakat bahwa pasien yang terinfeksi virus Corona itu bukan pembawa aib itu hanya virus yang sampai saat ini belum ditemukan vaksin atau obatnya. Saat saya terkena saya tidak merasa down karena dukungan orang sekitar juga.

Sebagai seorang "survival" pesan apakah yang ingin Anda sampaikan kepada masyarakat?

Virus Corona bisa mati dengan sabun. Itu berdasarkan kata pakar kesehatan bahwa virus tersebut bisa mati oleh sabun garis bawahi itu. Jadi bisa dicegah dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan disiplin. Virus tersebut bisa mati dengan sabun tapi jangan minum sabun nanti kita yang mati," gelaknya.

Selalu pakai masker jadikan itu sesuatu yang tidak asing lagi. Masa New Normal itu ya begini pakai masker, jaga jarak ya sekitar semeter atau semeter setengah, dan sering-sering cuci tangan. Ya apalagi, virus ini kan tidak kelihatan. Jadi seyogyanya cuci tangan sesering mungkin.(*)

loading...
Reporter : Merinda Faradianti /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]