Berada di Bawah Kemenperin, Politeknik ATI Padang Miliki Fasilitas Memadai


Jumat, 16 Oktober 2020 - 06:02:50 WIB
Berada di Bawah Kemenperin, Politeknik ATI Padang Miliki Fasilitas Memadai Pudir III Politeknk ATI Padang, Irna Ekawati.

HARIANHALUAN.COM - Politeknik ATI Padang berada dibawah unit eselon 1 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI). BPSDMI juga mewadahi beberapa satker (satuan kerja) yang terdiri dari 12 Politeknik dan akademi komunitas, 9 sekolah menengah vokasi, dan 7 balai diklat industri.

Hal itu disampaikan oleh Pudir III Politeknk ATI Padang, Irna Ekawati, dikutip dari Channel Youtube Politeknik ATI Padang, Jumat (16/10/2020).

"Jadi selain Politeknik ATI Padang, juga ada Politeknik lain dibawah Kementerian Perindustian. Ada di Bandung, Makassar, Medan," ujar Irna.

Saat ini, kata Irna, Politeknik ATI Padang memiliki 4 gedung utama terdiri dari A, B, C dan D. Satu gedung adalah digunakan perkuliahan utama untuk satu jurusan. Kemudian, ada laboratorium dan teaching factory.

"Laboratorium ada disekitar jurusan. Ada laboratorium kimia, logistik, worshop dan sebagainya. Ada juga tecahing factory atau unit pabrik dalam sekolah," sebut Irna.

Irna menjelaskan, teaching factory merupakan sarana pembelajaran tetapi berorientasi pada produksi. Beberapa produk berbasis agro sudah diproduksi Politeknik ATI Padang. Sambil memproduski tersebut, mahasiswa juga menyampaikan kompetensi yang dimilikinya.

"Gedung kemahasiswaan, perpustakaan yang terletak di lantai dua dengan berbagai koleksi buku. Kemudian kita punya klinik kesehatan, sarana olahraga, aula dengan kapasitas 800 orang, dan gedung perkantoran atau rektorat," beber Irna.

Irna menegaskan, setiap wilayah kampus pendidikan vokasi ini memiliki akses free wifi namun saat ini belum bisa dimanfaatkan mahasiswa karena diganti dengan fasilotas cloud untuk melaksanakan pembelajaran daring.

"Untuk sumber daya yang dimiliki Politeknik ATI Padang, ada dosen tetap sebanyak 64 orang dan tenaga kependidikan sebanyak 58 orang. Kita juga diberi pendidikan oleh praktisi atau pakar-pakar dari dunia industri," ulas Irna.

Menurut Irna, untuk memperkuat dual system dan link and match antara pendidikan di kampus dengan yang ada di industri, maka pengalaman dari praktisi sangat dibutuhkan dalam bangku perkuliahan. (*)

loading...
Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]