Corona Kembali Mengganas di Eropa, 9 Negara Catat Rekor Kasus COVID-19


Jumat, 16 Oktober 2020 - 10:18:27 WIB
Corona Kembali Mengganas di Eropa, 9 Negara Catat Rekor Kasus COVID-19 Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Kasus Corona kembali mengganas d Eropa. Setidaknya ada sembilan negara Eropa yang mencatat rekor infeksi COVID-19. Adalah Belanda, Kroasia, Republik Ceko, Jerman, Italia, Polandia, Slovakia, Slovenia, dan Swiss.

Daily Star melaporkan korban tewas Corona setiap harinya di Italia naik dua kali lipat dari hari-hari sebelumnya. Italia mencatat 83 kematian akibat COVID-19 pada Kamis, naik dari 43 kasus pada Rabu.

Namun, angka penambahan kematian COVID-19 di Italia terbilang masih sedikit dibandingkan gelombang pertama. Kala itu, penambahan kematian bisa mencapai 900 kasus per hari.

Namun, hal ini memicu kekhawatiran menghadapi gelombang kedua COVID-19. Sebab, banyak negara Eropa bagian timur kembali mencatat lonjakan kasus COVID-19 usai sebelumnya 'berhasil' bebas dari Corona.

Rekor kasus COVID-19 di 9 negara Eropa termasuk Jerman
Seperti Jerman, mencatat rekor 6.638 kasus COVID-19 pada Kamis, serta 33 kematian baru. Penambahan kasus ini tiga kali lipat dari angka yang dilaporkan pekan lalu.

Sementara Prancis telah melaporkan rata-rata lebih dari 100 kematian per hari di minggu ini, Inggris mencatat rata-rata 110 kasus COVID-19 per hari, dan Spanyol 160 kasus COVID-19.

Minggu ini Belanda menutup bar dan restoran, sedangkan Republik Ceko menutup sekolah. Pada hari Rabu, Kementerian Kesehatan Ceko mengkonfirmasi lebih dari 9.500 kasus COVID-19 baru, lebih dari 900 lebih tinggi dari rekor sebelumnya.

Polandia mencatat rekor hampir 9.000 kasus baru COVID-19 pada Kamis usai penggunaan masker akhirnya diwajibkan di luar ruangan pada hari Sabtu. Batasan ketat juga mulai diberlakukan.

Portugal juga kembali membatasi pertemuan sosial, menjadi maksimal lima orang, sementara masker masih menjadi barang wajib, dan ada denda bagi mereka yang melanggar aturan.

Bahkan Swedia, yang telah dipuji oleh beberapa orang karena strategi 'herd immunity' yang dinilai berhasil kini telah meningkatkan pembatasan ketat.

"Terlalu banyak yang tidak mengikuti aturan. Jika tidak ada koreksi di sini, kita harus mengambil tindakan yang lebih tegas," ujar Perdana Menteri Swedia Stefan Lovfen.

Apa kata WHO?
Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan dilaporkan Reuters menyoroti peningkatan kasus COVID-19 dalam beberapa minggu. Ia mengingatkan untuk mewaspadai angka kematian.

"Peningkatan mortalitas selalu tertinggal dari peningkatan kasus dalam beberapa minggu," kata Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan selama acara media sosial, menurut Reuters. (*)
 

/ Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]