Bawang Putih Penangkal Vampir dan Drakula, Ini Asal Muasalnya


Ahad, 18 Oktober 2020 - 17:01:04 WIB
Bawang Putih Penangkal Vampir dan Drakula, Ini Asal Muasalnya Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Salah satu hal yang melekat dengan vampir juga drakula, selain peminum darah manusia, adalah ketakutan mereka akan benda relikui keagamaan, dan bawang putih.

Stigma itu semakin melekat sejak kisah drakula dinarasikan oleh Bram Stoker melalui Dracula pada 1897, meskipun sang empunya ide tidak pernah menginjakkan kaki di tanah Transylvania ataupun Wallachia yang menjadi 'kampung' dari drakula.

Ia hanya mempelajari folklor soal vampir dan makhluk mitologi horor setempat yang dikenal sebagai strigoi dari buku bertajuk An Account of the Principalities of Wallachia and Moldavia yang tersimpan di Perpustakaan Whitby, Inggris.

Pengetahuan tentang folklor vampir dari buku itu kemudian diaplikasikan dalam kisah karakter fiktifnya soal drakula. Salah satunya, soal kelemahan drakula akan bawang putih.

Hal itu terlihat ketika Stoker mengisahkan karakter Dr Van Helsing menyiapkan banyak bawang putih untuk menyelamatkan Lucy Westenra dari Count Dracula.

Penggunaan bawang putih oleh Stoker melalui Van Helsing ini didasarkan atas kepercayaan masyarakat setempat dan Eropa Timur sejak lama bahwa bawang putih itu manjur menangkal roh ataupun kekuatan jahat.

Bukan hanya itu, dari generasi ke generasi masyarakat Eropa Timur, bawang putih juga dianggap bisa menyembuhkan penyakit dan melindungi rumah atau wilayah dari gangguan roh jahat.

Roh atau jadi-jadian jahat macam strigoi dikenal oleh masyarakat Eropa Timur kerap memangsa induk sapi untuk dikonsumsi susunya. Untuk menangkal strigoi dan melindungi ternak, para peternak di Rumania dan kawasan Transylvania lainnya mengoleskan bawang putih di tanduk ternak mereka.

Bukan hanya itu, masyarakat Rumania juga mengonsumsi bawang putih terutama pada malam perayaan Santo Andrew yang merupakan santo pelindung kawasan itu pada 29 November.

Hal itu dilakukan karena masyarakat percaya, bawang putih bisa menjaga mereka tetap aman dari strigoi juga moroi, roh jahat yang menghantui kerabat mereka yang masih hidup.

Kemudian saat Halloween alias akhir Oktober, penduduk desa juga memakan bawang putih dan mengoleskannya di tiap sudut jendela dan pintu.

"Karena khasiatnya yang menyembuhkan sebagai pengobatan alternatif, bawang putih juga telah menjadi atribut dan simbol tanaman ritual yang bisa menangkal kesialan dan roh jahat," kata pakar etnologi Museum Rumania, Ana Iuga, dilansir dari BBC.

Negara yang disebut-sebut menjadi asal drakula ini bahkan memiliki Festival Bawang Putih yang berlangsung beberapa tahun terakhir di Tihuţa Pass, pegunungan Bârgău mountains (Carpathians Timur).

Tempat itu mempertemukan Transylvania dan Bukovina yang sejak lama dianggap sebagai pintu gerbang ke kawasan Count Dracula.(*)

 Sumber : cnnindonesia /  Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]