Angka Reproduksi Efektif Covid-19 Banyumas di Bawah 1, Hari Ini 3 Sekolah Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka


Selasa, 20 Oktober 2020 - 10:13:49 WIB
Angka Reproduksi Efektif Covid-19 Banyumas di Bawah 1, Hari Ini 3 Sekolah Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Pembelajaran tatap muka di Banyumas, 20/10/2020.

BANYUMAS, HARIANHALUAN.COM - Angka reproduksi efektif penyebaran virus Corona (COVID-19) di Kabupaten Banyumas sudah berada di bawah angka 1, memungkinkan daerah tersebut untuk menggelar pembelajaran tatap muka. Dan mulai hari ini, tiga sekolah di Kabupaten Banyumas hari ini mulai mengadakan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM). 

Tiga sekolah yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka adalah SMA Negeri 3 Purwokerto, SMP Negeri 6 Purwokerto dan SD Negeri Panambangan Cilongok.

"Kemarin dinas pendidikan cek persiapan, hari ini mulai tatap muka. Sesuai jadwal hari Selasa itu kelas 8 , ada 7 kelas di bagi menjadi 14 kelas. Jadi per kelasnya 50 persen dari jumlah rombel (rombongan belajar)," kata Kepala Sekolah SMP 6 Purwokerto, Sri Indarsih, Selasa (20/10/2020).

Dalam sepekan, kata Sri, setiap kelas akan melaksanakan PTM sebanyak dua kali, sisanya para siswa menyelesaikan tugas tugas di rumah. Setiap harinya setiap kelas melakukan pembelajaran mulai pukul 07.00 WIB-11.00 WIB dengan enam jumlah mata pelajaran.

"Sekarang kelas 8, besok kelas 9, Kamis kelas 7, Jumat kelas 8, Sabtu kelas 9. Durasi pembelajaran dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB. Nanti ditengah (pembelajaran) ada jeda istirahat 15 menit untuk anak anak makan dan minum membuka bekalnya tapi tetap dalam pengawasan guru," ujarnya.

Selama PTM, siswa wajib melakukan cuci tangan dan menggunakan masker serta dilakukan pengecekan suhu tubuh oleh guru. Selain itu para siswa dilarang untuk keluar dari sekolah untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona dari luar sekolah.

"Mereka tidak boleh keluar, nanti keluarnya ketika pulang, atau ada kepentingan ke toilet, ke perpustakaan sudah ada semacam tanda kalung yang diberikan izin keluar," ujarnya.

Dengan sistem PTM di masa pandemi, Sri mengatakan beban guru menjadi membengkak. Pasalnya setiap kelas berkembang menjadi dua kali lipat, karena tiap tempat duduk siswa diberi jarak. Selain itu guru juga masih diminta untuk melayani pembelajaran secara daring mengingat masih ada orang tua siswa yang tidak setuju dengan PTM.

"Kurang lebih 10 persen dari total murid kami 697. Sekitar 60-an yang tidak setuju, tapi setelah kemarin ada sosialisasi lagi dari kami, dari yang tadinya orang tua tidak setuju, menjadi setuju, ada beberapa. Ada juga yang datang ke sini minta penjelasan langsung. Karena ada kekhawatiran mungkin," jelasnya.

Dalam sistem uji coba pembelajaran tatap muka yang dilakukan hari ini, ada beberapa siswa yang suhu tubuhnya di atas 37 derajat. Siswa tersebut sempat dipisahkan dari siswa lain di dalam kelas, hingga kemudian setelah dilakukan pengecekan, siswa tersebut diperbolehkan masuk ke dalam kelas.

Dengan uji coba pembelajaran tatap muka ini, pihaknya mengaku tetap melakukan evaluasi setiap harinya agar ke depannya lebih baik lagi. "Nanti juga akan kita evaluasi setelah selesai pembelajaran. Setiap hari akan kita evaluasi terus apa yang kurang, untuk ke depan kita perbaiki terus," jelasnya. (*)

 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]