Luhut Sebut China Teken Komitmen Investasi di RI Rp 68 T


Selasa, 20 Oktober 2020 - 12:07:53 WIB
Luhut Sebut China Teken Komitmen Investasi di RI Rp 68 T Luhut Binsar Pandjaitan.

HARIANHALUAN.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, mengatakan salah satu produsen baterai mobil listrik asal China yakni Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) sudah menandatangani komitmen investasi US$ 4,6 miliar, atau sekitar Rp 68 triliun (asumsi kurs Rp 14.800 per US$) untuk membangun pabrik baterai di Indonesia.

Luhut mengatakan, komitmen investasi tersebut bagian dari total kebutuhan investasi pabrik baterai mobil listrik yang mencapai US$ 20 miliar. Dia mengatakan, dirinya pun telah bertemu dengan pihak CATL di Yunnan, China beberapa waktu lalu.

"Prospek mitra pengembangan ekosistem baterai listrik kini sudah jalan. Jadi saya ketemu mereka semua ini. Kemarin di Yunnan saya ketemu CATL, CATL itu nanti akan berinvestasi. Itu mungkin kira-kira akan dekat US$ 20 miliar. Tapi mereka sudah tandatangani US$ 4,6 miliar," tutur Luhut dalam acara INDY FEST 2020 dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-20 PT Indika Energy Tbk yang ditayangkan dalam kanal YouTube Netmediatama kemarin, Senin (19/10/2020).

Dia mengatakan, CATL ini akan bermitra dengan Huayue yang rencananya akan membangun pabrik smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Indonesia. Adapun produk dari smelter HPAL ini nantinya bisa digunakan sebagai bahan baku pabrik baterai.

Menurutnya, proposal yang ditawarkan CATL sudah sejalan dengan kebijakan pemerintah ke depannya. Namun masih perlu diskusi lanjutan mengenai stasiun pengisian baterai (charging station) dan jaminan pembeli (offtaker guarantee).

Dari sisi insentif menurutnya sudah diatur dalam peraturan pemerintah yang ada saat ini. Begitu pun dengan risiko, menurutnya sejumlah risiko telah teridentifikasi, tapi butuh kajian lanjutan dalam hal charging station.

"LG Chem kita minta masuk, Hyundai juga," ungkapnya.

Dia mengatakan, proposal LG Chem juga sejalan dengan kebijakan pemerintah. Namun juga masih perlu diskusi lanjutan tentang charging station, daur ulang baterai (recycling) dan jaminan pembeli.

Dari sisi keuangan, menurutnya LG Chem sudah solid, namun butuh klarifikasi cell to pack, daur ulang, dan stasiun pengisian. Pihak LG Chem pun telah mengidentifikasi sejumlah risiko. Sementara dari sisi insentif menurutnya LG Chem tengah berdiskusi dengan kementerian terkait.

"Jadi semua ini mereka lihat. Kadang-kadang kita tidak tahu bahwa kita itu sakti, jadi kita membuat diri kita dibodohin saja. Kalian yang muda jangan begitu. Tapi saya titip, Anda jangan melacurkan profesionalismemu hanya untuk seketika, kamu juga harus lihat ke depan," tuturnya. (*)

 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]