Divonis Bersalah, Keluarga Terdakwa Histeris Hingga Jatuh Pingsan


Selasa, 20 Oktober 2020 - 17:26:01 WIB
Divonis Bersalah, Keluarga Terdakwa Histeris Hingga Jatuh Pingsan Divonis Bersalah, Keluarga Terdakwa Histeris Hingga Jatuh Pingsan

HARIANHALUAN.COM -- Hakim Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Padang jatuhi hukuman pidana kurungan terhadap dua oknum satpam karena dinilai bersalah telah melakukan penganiayaan hingga menyebabkan meninggalnya seseorang, Senin (20/10/2020).

Diketahui, penganiayaan itu terjadi pada 1 Januari 2020 bertempat di dermaga beton umum, Pelabuhan Teluk Bayur dengan terdakwa Efendi bersama Eko adalah security di area beton umum Pelabuhan Teluk Bayur, Kota Padang saat melakukan patroli dengan menggunakan sepeda motor.

Dalam sidang agenda putusan itu, majelis hakim menjatuhkan hukuman yang berbeda terhadap keduanya. Untuk terdakwa Efendi dijatuhi pidana kurungan selama 4 tahun dan 6 bulan sesuai dengan pasal yang dituntut yakni pasal 351 ayat (3) KUHP. Sedangkan rekannya Eko menerima vonis selama 1 tahun 6 bulan kurungan dikurangi masa tahanan, melanggar pasal pasal 351 ayat (1) KUHP.

"Terdakwa Eko Sulitiyono divonis selama 1 tahun 6 bulan dan Efendi Putra selama 4 tahun 6 bulan kurungan," ujar mejelis hakim yang diketuai Leba Max Nandoko didampingi Yose Ana Rosalinda dan Agnez Sinaga saat membacakan amar putusan.

Menanggapi putusan majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan pikir-pikir begitu juga dengan Penasehat Hukum kedua terdakwa yang juga menyatakan pikir-pikir.

Usai hakim membacaan amar putusan, keluarga terdakwa yang hadir dalam persidangan langsung histeris karena tidak terima putusan yang diberikan majelis hakim itu. Mereka menilai hakim tidak adil dalam keputusan terhadap salah satu keluarganya.

Bahkan istri salah satu terdakwa yakni terdakwa Efendi jatuh pingsan karena shock mendengar vonis yang diberikan kepada suaminya. Terdakwa yang masih mengenakan baju tahanan berwarna merah bertuliskan tahanan itu langsung memeluk istrinya yang tak sadarkan diri.

Suasana haru itupun terjadi beberapa menit didepan ruang persidangan. Terlihat, terdakwa terus memeluk istrinya sambil bercucuran air mata dan dengan raut wajah menahan sesuatu yang ingin diluapkan. 

"Hakim tidak adil, dia melakukan karena sedang bertugas menjaga aset negara. Apalagi kini ia meninggal anak yang masih kecil dirumah," ujar salah seorang keluarga terdakwa.

Masih dalam suasana itu, petugas pengadilan membawa terdakwa menuju tahanan sesuai aturannya. Sedangkan istri terdakwa masih tak sadarkan diri bersama keluarganya lain yang tinggalkan.

Teks Foto: Terdakwa Efendi berusaha menyadarkan istrinya karena pingsan mendengar vonis yang dijatuhkan hakim kepadanya

Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]