Majelis Hakim Dinilai Keliru Memberikan Putusan, PH Dua Security Mengajukan Banding


Selasa, 20 Oktober 2020 - 20:59:51 WIB
Majelis Hakim Dinilai Keliru Memberikan Putusan, PH Dua Security Mengajukan Banding PH dua Security mengajukan banding karena menilai Hakim keliru memberikan putusan

HARIANHALUAN.COM- - Penasehat Hukum (PH) dua terpidana penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya seseorang mengajukan banding atas vonis yang diberikan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Padang kepada kliennya.

Pernyataan itu disampaikan PH Julaiddin Cs setelah hakim menjatuhi vonis kepada kliennya itu. Dimana antara kedua terdakwa dijatuhi hukuman berbeda-beda.  Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap putusan majelis menyatakan pikir-pikir.

Masing-masing terdakwa yakni Efendi dijatuhi pidana kurungan selama 4 tahun dan 6 bulan sesuai dengan pasal yang dituntut yakni pasal 351 ayat (3) KUHP. Sedangkan rekannya Eko menerima vonis selama 1 tahun 6 bulan kurungan dikurangi masa tahanan, melanggar pasal pasal 351 ayat (1) KUHP.

Menanggapi putusan itu, Julaiddin Cs mengatakan bahwa selaku PH dari kedua terdakwa belum puas dengan vonis yang diberikan majelis hakim. Menurutnya, dalam suatu kejadian tindak pidana, tidak hanya dilihat motif terjadi pembunuhan, namun juga dilihat teknologinya kenapa seseorang melakukan pembunuhan.

"Membunuh korban adalah diri terdakwa sendiri, siapa yang melihat dan siapa yang menyuruh untuk membawa senjata tajam ke area yang sudah terlarang dimana pelabuhan tersebut merupakan objek vital negara," sebutnya.

Menurutnya, berdasarakan vonis kepada kedua kliennya berarti membebaskan seorang pemaling untuk melakukan maling, bebas membawa senjata tajam dan bebas melakukan apa saja. 

"Namun pembunuhan yang dilakukan terdakwa bukan keinginan terdakwa sendiri, melainkan reaksi dari korban tesebut sehingga meninggal di lokasi. Dalam hal ini, perlu dilihat kronologis sebagaimana undang-undang yang mengaturnya," sebutnya lagi.

Kemudian pihaknya telah menyatakan banding terhadap putusan majelis yang keliru dalam pertimbangan sebelum menjatuhkan hukum kepada kliennya. Kemudian dalam pertimbangannya, hakim tidak mengurai fakta-fakta secara kongkrit.

"Salah kekeliruan yaitu, hakim tidak mempertimbangkan sebab terjadinya peristiwa yang dilakukan security. Sementara terdakwa sedang menjalankan tugas sebagai security. Kemudian majelis hakim juga tidak mempertimbangkan bahwa korban membawa senjata tajam tanpa izin ke dalam  objek," terangnya kemudian. (*)

Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]