Cerita Isra Mouludi, Dosen Politeknik ATI Padang Bisa Ciptakan Sensor Suhu Mandiri Covid-19 dalam Sekejab


Kamis, 22 Oktober 2020 - 12:06:18 WIB
Cerita Isra Mouludi, Dosen Politeknik ATI Padang Bisa Ciptakan Sensor Suhu Mandiri Covid-19 dalam Sekejab Alat sensor suhu mandiri. Dok Politeknik ATI Padang

FEATURE UBAHLAKU: BERMULA dari kerisauan ketika Sumbar memasuki Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi lantaran aktivitas perkantor mulai bergeliat kembali, Politeknik ATI Padang mampu menciptakan alat sensor suhu mandiri untuk menangkis penularan virus Corona atau Covid-19 yang kian 'menggila'.

--- Milna Miana ---

Mengejutkannya, alat tersebut hanya dibuat dalam jangka waktu sekejab, yakni sekitar 1,5 bulan. Asal mula terciptanya alat sensor suhu tubuh ini dimotori oleh seorang dosen Politeknik ATI Padang bernama Isra Mouludi.

Saat dihubungi melalui Whatsapp, Kamis (22/10/2020), pria yang akrab disapa Momo ini menyebutkan, ide tersebut muncul karena memasuki PSBB transisi. Sebab kegiatan perkantoran mulai aktif kembali. Tujuan dari alat tersebut, kata Momo, untuk menghindari penularan virus Covid-19.

Momo menyadari pada protokol kesehatan wajib untuk melakukan scaning suhu terhadap orang yang akan masuk kantor dengan menggunakan thermal gun yang dilakukan oleh petugas/operator yang ditunjuk hal ini masih adanya kontak petugas dengan orang yang dicek suhunya.

"Nah kebetulan di Politeknik ATI Padang setiap tahunnya ada dana Pengabdian Kepada Masyarakat  (PKM) yang diberikan kepada kelompok dosen di setiap jurusannya," ujar Momo.

Lebih lanjut, Momo bercerita, bahwa Direktur Politeknik ATI Padang Ester Edwar menyampaikan Pelaksanaan PKM di masa pandemi dapat diarahkan ke Teknologi Tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat tidak boleh melakukan PKM dengan cara sosialisasi dengan mengumpulkan masa.

"Bermodal hal ini timbul ide saya kepada teman-teman membuat alat pengukur suhu mandiri tanpa operator ini, maka saya carilah literatur tentang pembuatan alat ini," sebut Momo.

Tak sampai di sana, Momo mencoba mempelajarinya kemudian dengan melibatkan bersama sejumlah dosen Politeknik ATI Padang juga ikut mencoba membuat alat sensor tersebut dengan cara ATM (Amati Tiru dan Modifikasi). Selanjutnya, beberapa uji coba pun dilakukan yang berujung keberhasilan.

"Sejumlah uji coba pun kita lakukan, dan alhamdulillah berhasil membuat alat tersebut," ciletuk Momo.

Alat yang diciptakan Momo itu, sedikit memakan waktu saat pembuatan programnya. Pasalnya, Momo bersama tim baru mencoba ada tray dan errornya.

"Sekitar 1,5 bulan, kita persiapkan programnya. Kalau untuk merakit perangkatnya lebih kurang hanya satu hari bisa diselesai," tutur Momo.

Cara Kerja

Untuk cara kerja alat tersebut, Momo memaparkan, pertama seseorang bisa mengarahkan tangan/kening sekitar 1 – 5 cm pada sensor sampai terdeteksi oleh sensor jarak. Setelah terdeteksi, tahan posisi tangan/diam sejenak hingga terdengar bunyi buzzer 1 kali.

Kemudian, pada LCD akan muncul hasil pembacaan suhu dan monitoring suhu dapat terkoneksi via bluetooth ke android. Apabila yang terdeteksi sama atau diatas 37.5 C buzzer akan berbunyi panjang

"Jadi petugas dapat melihat hasil suhu orang yang mencek suhu secara mandiri melalui aplikasi di androidnya," imbuh Momo.

Hal serupa juga disampaikan Direktur Politeknik ATI Padang, Ester Edwar. Bahwa cara kerja dari sensor suhu mandiri ini adalah dengan mengarahkan tangan dari satu sampai lima centimeter pada alat sensor sampai terdeteksi oleh sensor jarak. Setelah terdeteksi tahan tangan atau diam sejenak sampai terdengar bunyi buzzer satu kali.

"Kemudian pada LCD akan muncul hasil membacaan suhu, apabila terdeteksi sama atau di atas 37,5 derajat maka buzzer akan berbunyi panjang," papar Ester.

Ester menyebutkan, alat ini juga bisa terdeteksi melalui bluetooth dengan gadget petugas yang berada di dalam gedung kampus pendidikan vokasi tersebut. Jika tamu yang datang bersuhu tubuh normal maka petugas dapat mempersilakan tamu tersebut untuk masuk ke dalam gedung.

Terakhir, Ester juga mengingatkan untuk terus menerapkan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. (*)

Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]