Bio Farma Dapat Dana Segar Bill Gates untuk Bikin Vaksin, Simak Ceritanya


Kamis, 22 Oktober 2020 - 20:41:14 WIB
Bio Farma Dapat Dana Segar Bill Gates untuk Bikin Vaksin, Simak Ceritanya Bill Gates

HARIANHALUAN.COM - PT Bio Farma (persero) mengaku mendapat dana dari organisasi kemanusiaan milik pendiri Microsoft Bill Gates, Bill & Melinda Gates Foundation untuk menemukan vaksin polio terbaru (nOPV).

Vaksin yang sedang dikembangkan itu diketahui tengah dalam proses mendapatkan izin Emergency Use Listing (EUL) dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Melansir laman resmi, Bio Farma mendapat kepercayaan dari Gates untuk menemukan vaksin polio generasi baru bernama nOPV pada April 2019. Bo Farma diminta melakukan pengembangan teknologi vaksin, Uji Klinis tahap 1-3, hingga proses produksi.

Kepercayaan dari BMGF kepada Bio Farma muncul dalam pertemuan Annual Meeting IMF-World 2018 di Bali, pada Oktober 2018. Kala itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menegaskan pemerintah siap membantu Bio Farma agar vaksin polito tidak hanya diproduksi oleh negara Barat.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari mengklaim kerjasama antara pihaknya dengan BMGF juga meliputi transfer teknologi. Perusahaan pelat merah itu pun berharap kerjasama dengan BMGF bisa menambah potofolio.

Melansir Globe Newswire, BMGF menghibahkan dana sebesar US$6,5 juta atau Rp95,5 miliar (kurs Rp14.693) kepada perusahaan farmasi asal Belanda, yakni Batavia Biosciences pada bulan September 2019.

Dalam keterangan resminya, Batavia Biosciences bekerja sama dengan Bio Farma dan PATH, sebuah organisasi global yang didedikasikan untuk ekuitas kesehatan dalam mengembangkan  virus polio tipe 2 (nOPV2) untuk membantu melindungi anak-anak di seluruh dunia dari wabah polio di masa depan.

Batavia Biosciences saat ini memproduksi kandidat vaksin polio oral (nOPV) yang dilemahkan dan aman di fasilitas Good Manufacturing Practices (GMP).

Vaksin nOPV2 yang akan dikembangkan di bawah hibah dari Bill & Melinda Gates Foundation merupakan vaksin nOPV pertama yang melalui pengembangan klinis, yang kemudian diikuti oleh vaksin untuk nOPV1 dan nOPV3.

CSO Batavia Biosciences, Chris Yallop menuturkan vaksin nOPV2 yang disediakan Bio Farma merupakan yang paling maju dalam perkembangan klinis dan paling banyak diminati.

"Keberhasilan pengembangan proses manufaktur berbiaya rendah untuk strain PV2 baru akan memungkinkan kami menerapkan proses yang kami kembangkan selanjutnya ke strain PV1 dan PV3 baru," ujar Yallop.

Proses pembuatan vaksin nOPV2 didasarkan pada platform pembuatan vaksin berbiaya rendah yang sangat intensif yang dikembangkan Batavia Biosciences bersama dengan Univercells untuk vaksin polio Sabin yang dilemahkan (sIPV).

Platform itu menggabungkan teknologi manufaktur Univercells NevoLine™ dengan teknologi Highly Intensified Process (HIP -Vax) Batavia Biosciences untuk vaksin virus.

Sayangnya, tidak dijelaskan secara rinci berapa besar Bio Farma mendapat bagian dari hibah itu. Namun, Batavia Biosciences juga menerima hibah lanjutan sebesar US$2,2 juta atau Rp32,3 miliar dari PATH untuk mengembangkan dan memproduksi vaksin virus polio oral baru (nOPV).

Pada Januari tahun 2018, Batavia Biosciences mengumumkan kemitraan dengan PATH, di mana Batavia menerima hibah US$4 juta atau Rp58,7 miliar untuk menghasilkan master dan benih virus calon vaksin polio nOPV1, nOPV2, dan nOPV3.

Di sisi lain, Batavia Biosciences mengaku juga telah menerima  hibah US$13,2 juta atau Rp193,3 miliar dari BMGF untuk memproduksi vaksin polio inaktif kelas klinis (sIPV). Terkiat dengan vaksin itu, Univercells dan Batavia Biosciences telah menerima hibah US$12 juta atau Rp176,3 miliar

Uang sebanyak itu diminta digunakan untuk mengembangkan platform manufaktur yang mengintegrasikan pemrosesan berkelanjutan dengan intensifikasi proses yang sangat tinggi untuk secara radikal mengurangi jejak dan biaya pembuatan vaksin.

Dalam program itu, Batavia Biosciences mengembangkan proses pembuatan vaksin polio dan Univercells mengembangkan teknologi manufaktur NevoLine™.

CNNIndonesia.com sudah menghubungi Bio Farma untuk meminta keterangan lebih lanjut mengenai dana hibah dari BMGF. Namun, belum ada tanggapan hingga berita ini diturunkan.

Untuk diketahui, Bill Gates memang sejak lama menaruh perhatian khusus pada pencegahan dan pemberantasan penyakit, seperti polio hingga influenza.

Dalam blog resmi, Bill Gates memprediksi 200.000 anak akan terinfeksi setiap tahun pada tahun 2029 jika berhenti mencoba memberantas polio hari ini. Selain itu, Inisiatif Pemberantasan Polio Global akan membutuhkan total US$3,27 miliar untuk melanjutkan pekerjaannya selama 5 tahun ke depan.

Bagi Bill, penyakit seperti api karena tidak akan padam jika hanya dipadamkan sebagian.(*)

Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]