Sungguh Mempesona, Sekuntum Rafflesia arnoldii  Mekar Tergantung


Jumat, 23 Oktober 2020 - 08:23:58 WIB
Sungguh Mempesona, Sekuntum Rafflesia arnoldii  Mekar Tergantung Rafflesia di Bengkulu mekar menggantung pada tanaman inang, (Foto Antarabengkulu.com)

HARIANHALUAN.COM-Para pengunjung dibikin terpesona oleh keindahan sekuntum bunga langka dengan posisi unik. Bunga Rafflesia arnoldii itu mekar menggantung pada pohon induk dengan ketinggian tiga meter dari atas tanah.

Ketua Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Padang Guci Hulu, Andri Yan mengatakan bunga dengan posisi unik mekar menggantung pada pohon induk ini baru pertama kali ditemukan di wilayah itu.

"Biasanya mekar pada tanaman induk atau inangnya di atas tanah tapi yang mekar mali ini sangat jarang terjadi, menggantung pada tanaman inangnya," kata Andri.

Ia mengatakan keberadaan bunga langka tersebut pertama kali diinformasikan oleh warga Desa Bungin Tambun yang menemukan bunga tersebut saat masih berbentuk bonggol menggantung pada tanaman induknya.

Informasi tentang keberadaan puspa tersebut pun disampaikan ke anggota KPPL Padang Guci dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Padang Guci Hulu di Desa Manau IX yang selama lima tahun terakhir rutin mengkampanyekan pelestarian bunga langka di daerah itu.

"Dari informasi warga itu kami mendatangi habitat yang ditemukan warga dan ternyata bunga memang menempel pada tanaman inang yang berada 3 meter di atas tanah," katanya.

Ketua KPPL Bengkulu, Sofian Ramadhan mengatakan kejadian langka ini memang berpotensi terjadi karena tanaman inang rafflesia yakni jenis Liliana sp merupakan jenis tanaman menjalar sehingga akar bisa pada posisi menggantung di udara.

Ia mengatakan jenis rafflesia yang mekar menggantung tersebut adalah jenis Rafflesia arnoldii bila berpatok pada warna dan ukuran bunga serta bercak pada kelopak atau perigon.

"Diameter bunga diperkirakan 80 centimeter dengan posisi di atas tanah sekitar 3 meter," katanya, Minggu lalu

Pantauan di lokasi, kondisi bunga dengan lima kelopak tersebut sedang mekar sempurna berwarna merah terang walau salah satu kelopak menghitam pada bagian pinggirnya.

Habitat bunga tersebut dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua yang sudah dimodifikasi warga sehingga dapat digunakan pada jalan berbatu dan tanah licin.

Jalur kendaraan mengikuti jalan perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Padang Guci memakan waktu 40 menit lalu berjalan kaki sejauh 300 meter ke dalam hutan. (*)

 Sumber : Antara /  Editor : Dodi

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]