Tahun Ini, PNP Targetkan Seluruh Lulusan Tersertifikasi


Jumat, 23 Oktober 2020 - 09:14:33 WIB
Tahun Ini, PNP Targetkan Seluruh Lulusan Tersertifikasi Dok PNP

HARIANHALUAN.COM - Politeknik Negeri Padang (PNP) menargetkan calon lulusannya tahun ini tersertifikasi semua. Jika anggaran BNSP tak mencukupi, LSP akan ajukan ke PNP pencairan anggaran DIPA untuk “sapu jagad” calon lulusan yang belum tersertifikasi.

Hal itu diungkapkan Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Politeknik Negeri Padang (LSP-PNP), Herisajani, S.T., M.Kom usai Pelatihan Pengakuan Kompetensi Asesor Terkini (Recognition Current Competency Asesor) Angkatan V Tahun 2020.

Menurut Herisajani, asesor yang menjalani Pelatihan Penyegaran Pengakuan Kompetensi Asesor (RCC) hanya 67 orang dari 197 asesor Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P-1) Politeknik Negeri Padang, tapi dari 67 orang yang harus RCC tersebut tidak semua pula yang bisa mengikutinya dengan berbagai alasan dan keperluan. Dengan demikian, tahun depan setidaknya ada 30 orang mantan asesor yang berkesempatan mengikuti RCC.

"Tidak ada perubahan mendasar dibanding tahun lalu, karena pelatihan itu rutin sifatnya. Jika umur sertifikatnya sudah 3 tahun, ya, harus diperpanjang. Jika tidak diperpanjang, asesor yang bersangkutan tidak boleh menguji lagi," terang Heri.

Heri menyebutkan, salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama PNP (LSPP1-PNP ) dalam melaksanakan uji kompetensi bagi mahasiswanya adalah adanya asesor kompetensi yang memiliki sertifikat kompetensi dari BNSP.

Sertifikat didapatkan jika calon asesor dinyatakan lulus dalam pelatihan dan uji kompetensi yang diadakan BNSP. Namun sertifikat tersebut memiliki masa aktif, jika telah habis masa berlakunya, asesor yang bersangkutan mesti memperpanjang dengan cara mengikuti RCC atau disebut juga Penyegaran Sertifikat Asesor Kompetensi, terang mantan Ketua Program Studi Teknik Listrik, Politeknik Negeri Padang ini.

"Semua dosen yang berstatus asesor diajukan untuk mengikuti RCC tapi BNSP menerapkan perbandingan antara skema dan peserta, jadi ada rasionya. Pada 2019, kita ajukan 1 banding 4 tapi ditolak BNSP karena skema kita melebihi  skema yang sudah ada," papar Heri.

"Kita mengalami kelebihan asesor jika dibandingkan dengan peserta yang diuji. Asesor kita mencapai 117 orang, yang berstatus aktif tercatat 80 orang. Jika mereka tidak diberi beban menguji, status mereka juga bakal dipertanyakan oleh BNSP," tambah Heri.

Di sisi lain, dibanding tahun lalu, jumlah paket sertifikasi mahasiswa pada 2020 mengalami  peningkatan. Jika tahun lalu jumlahnya ratusan, tahun ini mencapai 1160. Jumlah ini dinilai relatif banyak karena bisa mendapatkan 58 paket.

"Kita lihat dulu apakah dengan paket yang ada sudah tercukupi. Jika masih ada yang belum atau ada yang masih ketinggalan, kita bakal sapu jagat dengan dana Dipa," tukasnya. (*)

Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]