Kebijakan OJK Tumbuhkan Sentimen Positif Pasar Modal


Jumat, 23 Oktober 2020 - 09:19:03 WIB
Kebijakan OJK Tumbuhkan Sentimen Positif Pasar Modal Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM – Perkembangan riil pasar saham di Sumbar sepanjang tahun 2020 terus bertumbuh di tengah wabah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Pertumbuhan tersebut didorong oleh pengawasan dan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan sentimen positif.

Hal itu terungkap dalam pertemuan virtual Kepala Kantor Perwakilan OJK wilayah Sumbar, Misran Pasaribu dengan wartawan ekonomi yang berlangsung secara virtual, Kamis (22/10/2020) kemarin. Dimana juga dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumbar, Early Saputra serta stakeholder terkait industri jasa keuangan (IJK).

“Kinerja industri jasa keuangan (IJK) di Sumbar termasuk pasar modal tumbuh dengan kinerja baik. Pasar modal di Sumbar tumbuh positif baik dari sisi SID maupun dari nilai dan jumlah transaksi,” ungkap Misran.

Terkait pasar modal, Misran menyebutkan OJK mengeluarkan beberapa Peraturan OJK. Kebijakan tersebut dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi di pasar modal di tengah pandemi. Beberapa kebijakan penting adalah pembelian kembali (buy back) saham berdasarkan mekanisme yang diatur dalam POJK nomor 2 tahun 2013.

OJK menetapkan pembelian kembali ditetapkan paling banyak 20 persen dari modal disetor dengan ketentuan paling sedikit saham beredar adalah 7,5 persen dari saham disetor.

Termasuk juga penerbitan aturan mengenai sistem penjualan jangka pendek (short selling), dan perubahan batas auto reject (penghentian otomatis perdagangan emiten). Serta aturan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan yang bisa diselenggarakan secara elektronik (e-RUPS).

Kepala Perwakilan PT BEI Sumbar, Early Saputra mengakui, kebijakan OJK tersebut memberikan sentimen positif kepada transaksi di pasar saham, termasuk juga investor saham di Sumatera Barat. Selain OJK, Early menyebutkan Kementerian Keuangan juga berkontribusi besar dalam peningkatan jumlah investor.

“Jumlah Investor bertumbuh, didukung oleh sentimen positif pengawasan yang baik dari OJK, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal. selain itu, dengan pendalaman pasar (Penambahan jenis bentuk investasi di pasar modal) terutama penerbitan SBR, ORI dan Sukuk Wakaf oleh Kemenkeu juga berkontribusi signifikan terhadap penambahan jumlah investor,” kata Early.

Early melanjutkan, nilai transaksi di pasar modal cenderung bertumbuh. Sementara di akhir tahun 2019 ada ketakutan pelaku pasat akan terjadi penurunan transaksi.

“Namun ternyata pasar lekas kembali percaya dengan fundamental ekonomi Indonesia dalam jangka panjang,” tambah Early.

Puncak dari pertumbuhan positif tersebut secara tahun berjalan, lanjut Early terjadi pada September 2020 dengan nilai transaksi investor saham mencapai Rp850 miliar. Meningkat drastis dibanding awal tahun 2020. Sementara untuk Oktober masih berjalan. (*)

Reporter : Milna Miana / Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]