Untuk Usaha Terdampak Covid-19, Dua Kota di Sumbar Dapat Dana Hibah Pariwisata Rp96 Miliar


Jumat, 23 Oktober 2020 - 17:45:01 WIB
Untuk Usaha Terdampak Covid-19, Dua Kota di Sumbar Dapat Dana Hibah Pariwisata Rp96 Miliar Suasana saat berlangsungnya Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Road Map Destinasi Pariwisata Pengembangan (DPP) Baru Bukittinggi – Padang, yang dilaksanakan sesuai protap kesehatan, di Hotel Mercure, Jumat (23/10).  IST

HARIANHALUAN.COM – Dua kota di Sumbar mendapat dana hibah pariwisata dari pemerintah sebesar Rp96 miliar. Masing-masing untuk Kota Padang sebesar Rp90 miliar dan Kota Bukittinggi sebesar Rp6 miliar.

Dana hibah tersebut, sebanyak 70 persennya akan diberikan pada usaha-usaha bidamg pariwisata yang terdampak Covid-19 dan sisanya 30 persen untuk Pemda setempat. Adapun usaha-usaha yang akan mendapatkan dana hibah tersebut, adalah mereka yang rutin membayarkan pajak nya setiap bulan. Misalnya, hotel dan restoran, harus rutin membayar pajaknya. Mereka bisa menggunakan dana hibah tersebut untuk penunjang cash flow nya, misalnya untuk membayar gaji karyawan, biaya operasional listrik, dan sebagainya. Tujuannya, untuk menghindari terjadinya PHK bagi karyawan.

Hal tersebut diungkapkan Dr. Hari Sungkari, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, saat berlangsungnya Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Road Map Destinasi Pariwisata Pengembangan (DPP) Baru Bukittinggi – Padang, di Hotel Mercure, Jumat (23/10). “Dana tersebut sudah bisa dicairkan dalam waktu dekat, dengan usulan dari pemda nya, dan harus dihabiskan hingga pertengahan Desember mendatang,” kata Hari.

Pada kesempatan itu, ia juga menyebutkan, di masa pandemi Covid-19 ini, merupakan saat yang paling tepat dunia pariwisata untuk berbenah. “Mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) adalah hal yang paling utama. Bagaimana kita menyiapkan SDM-SDM yang akan menyambut kedatangan wisatawan dengan sebaik-baiknya, menciptakan suasana yang nyaman serta berkesan, sehingga menimbulkan kenangan bagi wisatawan. Hal itu akan  membuat wisatawan betah di suatu tempat, dan membelanjakan uangnya lebih banyak. Efeknya adalah pada peningkatan perekonomian masyarakat melalui bidang pariwisata,” kata Hari.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial lebih jauh menyebutkan, meski di tengah pandemi, namun, kegiatan yang digelar Dinpar Sumbar dan Kemenparekraf ini, dilaksanakan dengan prokoler kesehatan yang ketat. “Semua peserta wajib memakai masker, duduknya diatur dengan jarak yang ditetapkan, serta peserta seseringnya mencuci tangan dengan air yang mengalir atau menggunakan hand sanitizer,” ungkap Novrial.

Dari acara yang diikuti semua wakil dari organisasi perangkat daerah (OPD) pariwisata di Sumbar serta Dinas Perhubungan dan Dinas Kehutanan tersebut, akan lahir pemikiran-pemikiran bagaimana upaya untuk memajukan  pariwisata Sumbar ke depan. Selain membenahi infrastruktur, juga menggali upaya-upaya lainnya, agar pariwisita menjadi lebih bernilai jual, sehingga akan mendatangkan lebih banyak wisatawan setelah pandemi berlalu.

“Tahun lalu wisatawan manca negara (wisman) yang datang ke Sumbar terbanyak berasal dari Malaysia dan China. Namun, sejak pandemi ini, otomatis, tak ada lagi wisman yang datang. Justru itu, momen ini harus kita manfaatkan untuk berdiskusi dan mencari cara, bagaimana pariwisata Sumbar bersiap untuk menyambut kedatangan wisatawan pascapandemi Covid-19 kelak,” tutup Novrial. (*)

Reporter : Atviarni /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]