Warga III Kampuang, Bebaskan Tanah untuk Pekarangan Masjid Al Muttaqin.


Jumat, 23 Oktober 2020 - 19:51:23 WIB
Warga III Kampuang, Bebaskan Tanah untuk Pekarangan Masjid Al Muttaqin. Kolam disamping masjid Al. Muttaqin yang akan dibebaskan masyarakat di Mata Air Jorong III Kampuang Nagari Gaduik Kec. Tilatang Kamang, Kamis (22/10/2020). 

HARIANHALUAN.COM - Masjid Al Muttaqin, Mata Air Jorong III Kampuang, Nagari Gaduik Kec. Tilatang Kamang terus berbenah. Salah satu yang dilakukan masyarakat adalah pembebasan lahan untuk perluasan pekarangan masjid.

Kini, mesjid bersejarah yang berdiri sejak zaman Belanda itu, telah penuh sesak oleh para jemaha, terutama pada pelaksanaan shalat hari raya.

Salah seorang motor penggerak pembebasan lahan adalah, Dasril Arfa Angku Rajo Endah perantau Jakarta asal Mata Air. Jangankan untuk urusan mesjid, bahkan kegiatan kemasyarakatan Dasril Arfa mantan Pilot Garuda itu, ringan tangan membantu masyarakat di kampung halamannya.

"Ini bentuk upaya kita bersama dengan pemilik tanah, agar dapat menjual tanahnya kepada masyarakat untuk kepentingan mesjid. Alhamdulillah R. Dt. Tan Mangedan bersama kaumnya bersedia melepas tanah yang berbentuk kolam di samping mesjid kepada masyarakat," kata Adril Arfa Tanjuang St. Rajo Alam kepada Haluan usai mengelar pertemuan dengan niniak mamak, Walijorong III Kampuang, Badan Keamanan tokoh masyarakat dan pemilik tanah, Kamis (22/10/2020) sore.

Ia menjelaskan, tanah yang masih berbentuk kolam tersebut seluas 1200 meter, dan akan dilepas seharga Rp.1 juta per menter, harga tersebut dibawah harga pasaran. 

"Untuk tahap awal ini, R. Dt. Tan Mangedan akan menjual tanah seluas 800 meter dan sisanya 400 meter disusul kemudian," jelas Adril yang sengaja pulang kampung mengurus pembebasan tanah tersebut.

Sebagai Down Payment (DP) tambahnya, pemilik tanah meminta tanda jadi sebesar Rp300 juta. "Dana sebesar itu, telah kita sediakan Rp200 juta berasal dari Dasril Arfa Angku Rajo Endah dan Rp100 juta pinjaman dari H. Hasnul St. Mudo," ulasnya.

Dengan demikian tambahnya, masih ada hutang kepada pemilik tanah sebesar Rp500 juta dan akan  diangsur setiap tiga bulan. Untuk pelunasan itu, masyarakat membentuk panitia penggalangan dana yang diketuai, Ketua H. Hasnul St. Mudo, Wakil Ketua Y. Angku Tabiang, Bendahara Zal St. Mangkuto, Sekretaris I. Muncak majolelo dan Sekretaris II Defrianto.

"Kita meminta kepada masyarakat dan perantau kita, untuk membantu pelunasan pembebasan tanah yang akan. menjadi amal ibadah bagi kita semua," harapnya.

Sementara itu, Pemilik tanah kaum R. Dt. Tan Mangedan mengatakan, dari hasil kesepakatan dengan kaumnya, mereka bersedia melepas tanah tersebut untuk keperluan masyarakat.

"Kita bersama sanak famili telah sepakat melepas tanah kepada mesjid dengan kesepakatan tertulis," ungkapnya.

Salah seorang niniak mamak setempat Dt. Tan Dilangik menyambut baik kesepakatan tersebut. Menurutnya, lokasi tanah yang akan diserahkan itu terletak ditempat yang strategis.

"Jika tanah tersebut dijual kepada pihak lain dan dibangun ruko maka mesjid kita akan terhalang oleh bangunan itu," ungkapnya.(*)

 

Reporter : Yursil /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]