Alhamdulillah, Tiktok Larang Unggahan Kebencian Terhadap Muslim


Sabtu, 24 Oktober 2020 - 07:30:00 WIB
Alhamdulillah, Tiktok Larang Unggahan Kebencian Terhadap Muslim Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Tiktok mengatakan akan menindak konten kebencian, termasuk melarang informasi yang salah dan stereotip yang menyakitkan tentang komunitas Muslim, Yahudi, dan lainnya.
 
Tiktok juga akan melarang stereotip antisemit dan unggahan nasionalisme kulit putih. Aturan ini diperluas agar tidak mempromosikan ideologi kebencian di Tiktok. 

"Ini termasuk informasi yang salah dengan menggunakan orang dan keluarga Yahudi untuk menyebarkan Anti-Semit,” kata Tiktok, dilansir SBS News, Jumat (23/10).

Platform tersebut telah melarang postingan yang menyangkal Holocaust. Tiktok juga akan menghapus konten menyakitkan yang ditujukan untuk komunitas LGBTQ+, termasuk promosi terapi konversi atau anggapan seksualitas bukanlah bawaan.

Tim keamanan di Tiktok yang sudah ditugaskan untuk menghilangkan ideologi kebencian seperti neo-Nazisme dan supremasi kulit putih sekarang juga akan menghapus konten nasionalisme kulit putih. "Sebagai bagian dari upaya kami untuk mencegah ideologi kebencian, kami akan menghentikan penyebaran bahasa berkode dan simbol yang dapat menormalkan ucapan dan perilaku kebencian," ujar Tiktok.

Tim yang menegakkan aturan konten sedang dilatih guna mempertimbangkan nuansa, seperti anggota kelompok yang kehilangan haknya dengan menggunakan penghinaan sebagai istilah pemberdayaan. "Di sisi lain, jika hinaan digunakan dengan penuh kebencian, itu bukan milik Tiktok," kata Tiktok.

Platform media sosial termasuk Facebook, Twitter, Tiktok, dan Youtube telah meningkatkan perjuangannya melawan konten kebencian karena protes keadilan sosial mengguncang kota-kota AS. Serta retorika politik memicu perpecahan sosial menjelang pemilihan presiden AS bulan depan.

Presiden AS Donald Trump mengancam akan melarang Tiktok jika tidak menyerahkan kendali bisnisnya di AS kepada perusahaan Amerika pada 12 November nanti. Trump beralasan masalah keamanan nasional.

Perusahaan Tiktok di Cina, ByteDance sedang bernegosiasi dengan perusahaan Silicon Valley, Oracle, dan Walmart atas operasinya di AS yang mencakup sekitar 100 juta pengguna. (*)

Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]