Diakui Wapres, Indonesia Cuma 'Tukang Stempel' Produk Halal Dunia


Sabtu, 24 Oktober 2020 - 12:00:35 WIB
Diakui Wapres, Indonesia Cuma 'Tukang Stempel' Produk Halal Dunia Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Hanya jadi 'tukang stempel', itulah peran Indonesia dalam rantai pasok produk halal dunia selama ini. Hal ini diakui Wakil Presiden Ma'ruf Amin, ketika bicara dalam acara Webinar Strategis Nasional "Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia" yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Ia menjelaskan, sebenarnya Indonesia merupakan pasar yang sangat menentukan dalam perdagangan produk halal dunia. Hal ini tidak lepas dari posisi Indonesia sebagai negara berpenduduk 267 juta jiwa, dan merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar yaitu sebesar 87% dari total populasi.

Bahkan, lanjutnya, pada tahun 2018, Indonesia membelanjakan US$ 214 miliar untuk produk halal, atau mencapai 10% dari pangsa produk halal dunia. Praktis, Indonesia merupakan konsumen terbesar dibandingkan dengan negara-negara mayoritas muslim lainnya.

"Namun sayangnya, Indonesia masih banyak mengimpor produk-produk halal dari luar negeri. Indonesia selama ini hanya menjadi konsumen dan 'tukang stempel' untuk produk halal yang diimpor," ujar Ma'ruf Amin, Sabtu (24/10/20).

Dikatakan bahwa pasar halal global memiliki potensi yang sangat besar. Pada tahun 2018, konsumsi produk pasar halal dunia mencapai US$ 2,2 triliun dan akan terus berkembang mencapai US$ 3,2 triliun pada tahun 2024.

"Kita harus dapat memanfaatkan potensi pasar halal dunia ini dengan meningkatkan ekspor kita yang saat ini baru berkisar 3,8% dari total pasar halal dunia," ucapnya.

Berdasarkan laporan Global Islamic Economic Report tahun 2019, Brazil merupakan eksportir produk makanan dan minuman halal nomor satu di dunia dengan nilai US$ 5,5 miliar yang disusul oleh Australia dengan nilai US$ 2,4 miliar.

Sementara itu, ia menegaskan bahwa permintaan produk halal oleh konsumen muslim global pun mengalami peningkatan setiap tahunnya. The State of Global Islamic Economy Report 2019/2020 memperlihatkan besarnya pengeluaran konsumen muslim dunia untuk makanan dan minuman halal, pariwisata ramah muslim, halal lifestyle, serta farmasi halal yang mencapai US$ 2,2 triliun pada tahun 2018, dan diproyeksikan akan mencapai US$ 3,2 triliun pada tahun 2024.

Dengan perkiraan penduduk muslim yang akan mencapai 2,2 milliar jiwa pada tahun 2030, maka Wapres menegaskan angka perekonomian pasar industri halal global ini akan terus meningkat dengan pesat. Karena itu, ia bilang bahwa inilah potensi yang sangat besar yang harus dimanfaatkan peluangnya oleh Indonesia dengan memenuhi kebutuhan global melalui ekspor produk halal dari Indonesia.

"Untuk itu, kita perlu bersungguh-sungguh untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen dan eksportir produk halal terbesar di dunia. Dengan segala sumber daya yang dimiliki, saya percaya Indonesia memiliki peluang yang besar sebagai negara produsen dan pengekspor produk halal terbesar di dunia," tandasnya. (*)

 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]