Sekarang Hari Dokter Nasional, Yuk Ketahui Awal Terjadinya


Sabtu, 24 Oktober 2020 - 12:41:23 WIB
Sekarang Hari Dokter Nasional, Yuk Ketahui Awal Terjadinya ilustrasi dokter

HARIANHALUAN.COM - Hari Dokter Nasional kerap diperingati pada 24 Oktober dari tahun ke tahun. Hari Dokter Nasional merupakan hari penting bagi seluruh dokter ataupun organisasi kesehatan di Indonesia sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa pahlawan kesehatan. Terlebih, pada tahun ini peran dokter sangat berjasa bagi kehidupan masyarakat Indonesia, bahkan dunia.

Dokter merupakan garda terdepan dalam penanganan virus corona (Covid-19). Tak sedikit dokter yang gugur dalam menangani virus corona. Lantas, bagaimana sejarah tercetusnya Hari Dokter Nasional? Merujuk Wikipedia, Hari Dokter Nasional erat kaitannya dengan terbentuknya hari jadi Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Organisasi IDI merupakan wadah atau 'rumah' bagi para dokter di Indonesia. IDI terbentuk pada 24 Oktober 1950, tepat berusia 70 tahun pada hari ini. Sebelumnya tercetusya IDI, perkumpulan dokter di nusantara diberi nama Vereniging van Indische Artsen dan berdiri pada tahun 1911. Saat itu, tokoh yang terkenal di Vereniging van Indische Artsen yakni, dr JA Kayadu.

Selama kurang lebih lima belas tahun berjalan, pada tahun 1926, organisasi ini Vereniging van Indische Artsen mengalami perubahan nama menjadi Vereniging Van Indonesische Genesjkundigen (VGI). Tahun 1940, VIG mengadakan kongres di Solo. Hasil kongres tersebut menugaskan Prof Bahder Djohan untuk membina dan memikirkan istilah baru dalam dunia kedokteran.

Pada tahun tersebut, akhirnya dikenal tiga macam dokter di Indonesia. Tiga dokter di Indonesia itu yakni, dokter Jawa keluaran sekolah dokter Jawa, Indische Arts keluaran Stovia dan NIAS, serta ada pula dokter lulusan Faculteit Medica Batvienis. Tiga tahun berselang, pada masa pendudukan Jepang, VIG dibubarkan dan diganti menjadi Jawa izi Hooko-Kai.

Selanjutnya pada 30 Juli 1950, atas usul Dr Seni Sastromidjojo, PB Perthabin (Persatuan Thabib Indonesia) & DP-PDI (Perkumpulan Dokter Indonesia) mengadakan satu pertemuan yang menghasilkan 'Muktamar Dokter Warganegara Indonesia (PMDWNI)', yang diketuai Dr Bahder Djohan. Puncaknya, pada tanggal 22 hingga 25 September 1950, Muktamar I Ikatan Dokter Indonesia (MIDI) digelar di Deca Park yg kemudian diresmikan pada bulan Oktober.

Dalam muktamar IDI itu, Dr Sarwono Prawirohardjo terpilih menjadi Ketua Umum IDI pertama. Pada 24 Oktober 1950, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) secara resmi mendapatkan legalitas hukum di depan notaris. Pada tanggal itulah ditetapkan hari jadi IDI yang juga diperingati sebagai Hari Dokter Nasional di Indonesia. (*)

Editor : Agoes Embun

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]