Martalius: Setiap Hari Satu Orang Produksi Sampah 1 Kg


Sabtu, 24 Oktober 2020 - 22:04:30 WIB
Martalius: Setiap Hari Satu Orang Produksi Sampah 1 Kg Dosen Politeknik ATI Padang, Martalius.

HARIANHALUAN.COM - Politeknik ATI Padang kembali menggelar GOSEN (Ngobrol Bareng Dosen) Analisis Kimia melalui aplikasi Zoom Meetings, Jumat (23/10/2020) kemarin. Kali ini dalam GOSEN yang dipandu Dosen Politeknik ATI Padang, Melisha Putri, ada materi penting yang dibahas terkait amdal (Analisis Dampak Lingkungan).

Dosen Politeknik ATI Padang, Martalius sekaligus salah seorang narasumber dalam kegiatan tersebut mengupas amdal di rumah tangga. Karena didalam rumah tangga perlu kebersihan, seperti pepatah kebersihan adalah sebagian dari iman. Tapi dalam hal ini sebagian orang sedikit lupa akan kebersihan.

"Maksudnya amdal dalam rumah tangga mungkin tidak terpikirkan sama sekali. Sehingga banyak sampah menumpung, sampah asal buang saja. Ketika sampah sudah banyak di lingkungan kita akan menimbulkan dampak terhadap warga di sekitarnya," ujar Martalius.

Sekaitan dengan kondisi itu, Martalius mengurai bagaimana cara memilah sampah dari rumah. Dirinya mengajak masyarakat untuk memilah sampah dengan cara mengelolanya. Sehingga lingkungan akan bersih dan volume sampah menjadi sedikit.

Menurut Martalius, sebagian orang menilai sampah bisa dibuang. Padahal jika dilihat secara mengerucut hal yang perlu dikaji karena di rumah merupakan sumber sampah. Apalagi sejalan dengan bertambahnya penduduk maka sampah yang dihasilkan juga bermacam-macam.

"Biasanya selama ini orang menyerahkan masalah sampah merupakan urusan pemerintah. Tapi jangan lah diserahkan saja ke pemerintah. Mari kita ramai-ramai mengelolanya," ajar Martalius.

Kendati demikian, Martalius melihat masih banyak masyarakat yang belum bisa mengelola sampah. Dia menduga karena kurangnya kesadaran masyarakat dan belum peduli terhadap lingkungan. Ketika kepedulian kurang, sampah akan terjadi dimana-mana. Banyak yang membuang sampah sembarangan lantaran tidak paham arti lingkungan.

"Mungkin mereka menganggap sampah di rumah ada pemulung yang datang, ada warga-warga yang mengeluarkan dana untuk mengelola. Tapi dana tersebut tidak dimasukan dalam anggaran rumah tangga kita," ucap Martalius.

Martalius menyayangkan banyak masyarakat yang belum mampu menerapkan metode konservasi karena terbatasnya ilmu pengetahuan di rumah. Apalagi ditambah dengan budaya atau mindset masyarakat yang malas mengurus sampah.

"Di rumah setiap orang menghasilkan sampah 1 kg per orang per hari yang terdiri dari 17% sampah plastik. Mulai dari anak kecil, seperti sampah pempers. Apalagi pempers ini susah dimusnahkan," imbuhnya. (*)

Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]