Ketua Aspena Dharmasraya: Cermat Pilih Kepala Daerah, Masa Jabatan Nanti Hanya 3,5 Tahun


Ahad, 25 Oktober 2020 - 09:42:29 WIB
Ketua Aspena Dharmasraya: Cermat Pilih Kepala Daerah, Masa Jabatan Nanti Hanya 3,5 Tahun Harry Permana

HARIANHALUAN.COM - Ketua Asosiasi Pemuda Nagari (Aspena) Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Harry Permana ST, mengimbau masyarakat pemilih di daerah itu agar memperhatikan variabel masa jabatan yang hanya 3,5 tahun bagi kepala daerah yang terpilih pada pilkada serentak 2020. Mengingat, pada 2024 mendatang Pilkada serentak akan kembali digelar.

Menurutnya, masa jabatan yang lebih singkat dari biasanya itu diyakini sangat berpengaruh pada kualitas kinerja individu calon terpilih, dalam mewujudkan program kerjanya sebagaimana yang sudah dituangkan ke dalam visi dan misi sebagaimana disampaikan selama masa kampanye berlangsung. 

"Selain waktu yang lebih singkat, pasangan calon terpilih juga akan dihadapkan kepada fakta regulasi yang melarang adanya mutasi jabatan selama enam bulan sejak ia dilantik dan sederetan syarat pembentukan regulasi tentang penggunaan keuangan negara sebagai syarat utama sebelum dana tersebut digelontorkan nantinya," jelas dia, di Dharmasraya, Minggu (25/10). 

Ia memperkirakan, satu tahun di awal masa kepemimpinan hanya akan habis untuk membentuk serta mengisi struktur organisasi pemerintah daerah (SOPD), jika pasangan calon terpilih merupakan figur baru dan belum memiliki pengalaman terkait birokrasi dan regulasi yang harus dijalankan nantinya. 

Kondisi tersebut, lanjutnya, berpotensi akan semakin berat dilalui karena pemerintahan yang akan berlangsung diyakini masih berada pada kondisi pemulihan ekonomi masyarakat yang sudah dihantam badai pandemi Covid-19, sejak beberapa bulan terakhir. 

Khusus di Kabupaten Dharmasraya, jelasnya, jika ditilik pada potensi kas daerah tidak bisa dipungkiri tingkat ketergantungan terhadap dana-dana dari pemerintah pusat masih sangat tinggi dan menjadi peluang satu-satunya yang harus ditempuh demi menjaga tahapan pembangunan tetap berjalan, sebagai salah satu bentuk upaya membangun stabilitas perputaran uang tetap terjadi guna merangsang ketahanan perekonomian masyarakat agar terus bergerak. 

"Dari sederetan fakta tersebut tentu ada sebuah kewajiban moral bagi masyarakat pemilih untuk menentukan pilihan yang tepat siapa sosok kepala daerah yang akan dipercaya untuk memimpin sekaligus mengomandoi jalannya pemerintahan dengan periode kepemimpinan yang singkat," tegasnya. 

Agar, lanjutnya, keberlangsungan tahapan pembangunan bisa terus berjalan dinamis dengan memanfaatkan harmonisasi hubungan kerjasama dengan pihak pemerintah pusat untuk turut serta membiayai program-program yang ditawarkan selama masa kampanye. 

"Sehingga program yang dijanjikan itu tidak hanya menjadi isapan jempol belaka dengan alasan tidak bisa dilaksanakan karena terbatasnya waktu dan adanya larangan regulasi atau tidak terpenuhinya kelayakan suatu program dengan disertai tudingan-tudingan kepada pihak lain yang justru tidak tahu menahu saat program tersebut dijanjikan," tambahnya.

Pada kesempatan itu ia mengajak kepada seluruh pihak terkait yang terlibat dalam upaya pemenangan para pasangan calon, agar tidak mengeluarkan narasi-narasi bernuansa pembodohan dan pembohongan publik yang dapat merugikan masyarakat di daerah itu. 

"Jangan pertaruhkan nasib hampir 200 ribu jiwa masyarakat Dharmasraya demi memenuhi hasrat untuk berkuasa, mari berkompetisi secara sehat dengan menampilkan program-program yang masuk akal dan bertanggung jawab, demi mewujudkan masyarakat Dharmasraya yang maju, mandiri dan berbudaya," tutupnya.(*)
 

Reporter : Rully Firmansyah /  Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]