Enam Tahun Jalani Pengobatan Diabetes Melitus yang Dideritanya, Kakek 68 Tahun Bersyukur Jadi Peserta JKN-KIS


Senin, 26 Oktober 2020 - 11:05:06 WIB
Enam Tahun Jalani Pengobatan Diabetes Melitus yang Dideritanya,  Kakek 68 Tahun Bersyukur Jadi Peserta JKN-KIS Jufri, kakek 68 tahun pengidap penyakit gula telah enam tahun menjalani pengobatan. Sebagai peserta JKN-KIS, tagihan perbulan pun tak memberatkannya.

HARIANHALUAN.COM - Enam tahun lebih mengidap Diabetes Melitus (penyakit gula), seorang kakek 68 tahun asal Lansanak, Jorong Bukik Kili, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, selalu rutin menjalani perawatan pengobatan atas penyakit yang dideritanya.
 
Kakek bernama Jufri yang akrab dipanggil "Pak Wo" itu tak sedikit pun terbetik dihatinya untuk berhenti melakukan pengobatan. Apalagi ia telah dibekali dengan "kartu sakti" Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), yang selalu setia menemaninya saat datang ke rumah sakit atau Puskesmas tempat tinggalnya untuk berobat.

Pengakuannya, setahun pasca diberlakukannya JKN-KIS, ia pun langsung mendaftarkan dirinya sebagai peserta, berharap bisa membantunya dalam biaya pengobatan penyakit gula yang menggerogoti. Harapan tersebut pun akhirnya terwujud dengan terbebasnya ia dari biaya yang tak sedikit itu.

Selama enam tahun lebih menjalani pengobatan, Jufri mengaku sangat merasakan sekali manfaat dari kartu tersebut dan bersyukur bisa mendapat pelayanan dari rumah sakit tanpa mengeluarkan biaya.

"Jika dibandingkan dengan biaya pengobatan yang tak sedikit itu, tidak sebanding murahnya dengan membayar tagihan Rp25.500 ribu perbulannya dengan faskes tingkat 3," ujar Jufri saat dikunjungi harianhaluan.com dikediamannya.

Dengan keterbatasan ekonomi, Jufri sangat berharap sekali supaya program ini terus berlanjut agar ia bisa terus rutin menjalani pengobatan. Apalagi dirinya sudah memiliki keterbatasan untuk beraktifitas menjalani profesinya sebagai petani. "Saya selalu rutin untuk berobat, karena penyakit gula saya sudah semakin parah. Ini saja jari-jari saya sudah diamputasi," ujarnya seraya berharap agar program ini terus berlanjut.

Dengan pembayaran Rp25.500 ribu perbulan, kata dia, tentu tidak akan memberatkan jika dibandingkan dengan pembayaran setiap kali melakukan pengobatan apalagi harus menginap dirumah sakit, akan memakan biaya sangat banyak sekali.

"Berharap ini terus berlanjut, kapan perlu ditingkatkan lagi, agar bisa membantu kami yang ekonominya dari kalangan menengah kebawah. Sebenarnya, bukan penyakitnya yang kita takutkan, melainkan biaya pengobatannya yang membuat parah," gurau Pak Wo.
Dengan manfaat JKN-KIS yang telah dirasakannya, Jufri kemudian mengajak masyarakat untuk mendaftarkan diri sebagai peserta dan jangan menunggu sakit dulu baru sibuk mencari bantuan.

"Kebiasaan kita kan seperti itu, kalau sudah sakit baru mengurus segala hal untuk bantuan pengobatan. Ujung-ujungnya pemerintah juga yang disalahkan dan apa salahnya sejak dini diurus," tandasnya.(*)

Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]