Enggan Tunda Iuran, Badri Terkenang JKN-KIS Selamatkan Kelahiran Putra Semata Wayang


Senin, 26 Oktober 2020 - 11:18:08 WIB
Enggan Tunda Iuran, Badri Terkenang JKN-KIS Selamatkan Kelahiran Putra Semata Wayang Bintang Badrika bersama kedua orang tuanya, kelahiran Bintang menjadi momentum kesadaran pentingnya arti sebuah kartu kepesertaan KIS-JKN bagi pasangan Badri dan Rika.

HARIANHALUAN.COM - Sebagai seorang calon ayah yang menanti kelahiran putra pertamanya, merupakan peristiwa luar biasa bagi salah seorang peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), M. Badri, yang merupakan salah seorang warga Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. 

Hidup dalam ekonomi yang pas-pasan tapi membutuhkan biaya besar untuk operasi caesar bagi istrinya, adalah salah satu dari kenangannya saat tim medis memutuskan untuk melakukan tindakan tersebut untuk menyelamatkan kelahiran putra semata wayang sekaligus menyelamatkan jiwa istrinya. 

"Kala itu perasaan saya berkecamuk, gembira dan haru karena darah daging saya akan hadir di dunia, sekaligus sedih karena harus mengeluarkan biaya besar untuk biaya operasi," ungkapnya, di Dharmasraya, Jumat (23/10). 

Dalam kekalutan itu, lanjutnya, ia teringat akan kartu JKN-KIS yang pernah ia peroleh dan diurus setengah hati karena lebih mengikuti saran mertua dan tetangga yang sudah mengurus terlebih dahulu. 

Bahkan, lanjutnya, "kartu sakti" itu pun sudah terselip entah dimana dan butuh waktu satu jam lebih mencari keberadaan kartu itu di tumpukan barang-barang dirumahnya. 

"Beruntung kartu itu ditemukan dan saya pun langsung membawanya ke rumah sakit, namun kelalaian membayar iuran yang sebenarnya tidak seberapa jika dibandingkan biaya yang harus saya keluarkan untuk biaya operasi, membuat saya kembali tertunduk menyesal karena kartu yang menjadi andalan satu-satunya itu tidak bisa digunakan," kenangnya. 

Hingga pada akhirnya, salah seorang bidan yang pernah menangani kehamilan istrinya bersedia meminjamkan sejumlah uang untuk membayar iuran beserta denda yang harus dibayarkan, dan beruntung tim dokter juga memutuskan untuk melakukan tindakan operasi sambil menunggu persoalan administrasi diselesaikannya bersama pihak rumah sakit. 

Ia mengaku, pada saat pengurusan itu ia sangat terbantu dengan kemudahan layanan yang diberikan, bisa dikatakan hanya dalam hitungan menit maka kartu yang menjadi harapan satu-satunya itu akhirnya bisa digunakan.
 
"Pada waktu itu tidak terbayang leganya perasaan saya, pikiran terasa ringan dan saya bisa berkhayal sekaligus berharap orang yang saya cintai bisa selamat dan tangisan keras putra saya bisa terdengar sebagai tanda kelahirannya menemui saya selaku orangtuanya," sebutnya. 

Dari pengalaman itu, lanjutnya, ia pun berjanji pada dirinya sendiri untuk tetap membayarkan iuran tepat waktu karena kepesertaan pada program JKN-KIS ternyata mampu menyelamatkan jiwa orang-orang yang dicintainya. 

Ia berharap, program layanan kesehatan melalui kepesertaan JKN-KIS bisa lebih ditingkatkan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti program itu dan menunaikan seluruh kewajiban yang dibebankan kepada setiap peserta. 

"Jika setiap individu di negara ini mengikuti program tersebut dan tetap membayarkan iuran, dengan dana yang terkumpul itu apapun risiko kesehatan dan tindakan medis yang diperlukan bisa ditanggung pembiayaannya melalui program JKN-KIS," tutupnya.(*)

Reporter : Rully Firmansyah /  Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]