Saingi AS jadi 'Jagoan' Militer Global, China Buat Senjata Hipersonik


Selasa, 27 Oktober 2020 - 14:55:16 WIB
Saingi AS jadi 'Jagoan' Militer Global, China Buat Senjata Hipersonik Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - China tak hanya menjadi kekuatan ekonomi dunia baru, tetapi juga menjadi 'jagoan' militer global menyaingi Amerika Serikat (AS) sebagai sherrif-nya dunia. Kini Negeri Tirai Bambu itu disebut mengembangkan senjata hipersonik yang bisa mengalahkan rudal balistik canggih Paman Sam. 

Melansir China Power Project dari Center for Strategic & International Studies (CSIS), salah satu sistem terpenting di kawasan ini adalah Sistem Pertahanan Rudal Balistik (BMD) Aegis berbasis laut. Angkatan Laut AS salah satu yang memilikinya.

Sistem pertahanan rudal balistik ini bisa dibilang yang paling canggih dan memberikan keamanan dari serangan rudal musuh. Namun efektivitasnya menurun akibat kemajuan teknologi rudal hipersonik.

Salah satu yang memilikinya adalah China. Negeri Xi Jinping, sudah membuatnya sejak enam tahun silam.

Berbagai uji coba telah dilakukan China untuk mengembangkan senjata ini. Sejak awal Januari 2014 sampai akhir tahun lalu uji coba dilakukan sebanyak sembilan kali.

Delapan dari sembilan uji coba dilaporkan berhasil sementara satu kali tercatat gagal. Senjata hipersonik China yang kini statusnya kemungkinan sudah beroperasi itu diberi nama DF-17 dan diperkenalkan pertama kali pada 1 Oktober tahun lalu saat parade militer nasional diadakan.

DF-17 disebut dapat melakukan perjalanan pada kecepatan Mach 5-10 (1,72-3,43) km/detik) untuk jarak yang sangat jauh hingga 1.800-2.500 km. Berikut karakteristiknya:

Pengembangan 'bombastis' militer China ini terjadi di tengah makin panasnya hubungan China dengan sejumlah negara. Presiden China Xi Jinping beberapa kali mengingatkan militernya untuk siap perang.

Terbaru, sebagaimana ditulis South China Morning Post (SCMP), ia berpesan ke Angkatan Laut (AL) negeri itu meningkatkan kesiapan tempur guna menjaga wilayahnya. Pernyataan ini ditegaskan Xi di tengah konflik yang kian melebar dengan AS dan sejumlah negara di kawasan Laut China Selatan, termasuk Taiwan.

"Kalian harus memfokuskan pikiran dan energi untuk persiapan pergi berperang dan waspada," katanya sebagaimana dikutip media Hong Kong itu dari CCTV awal Oktober lalu.

"Angkatan Laut memiliki banyak misi berbeda ... seperti, harus mendasarkan pelatihan Anda pada kebutuhan untuk berperang ... dan meningkatkan standar pelatihan dan kemampuan tempur."

Sementara itu, negara lain yang juga mengembangkan senjata hipersonik ini adalah Rusia. Senjata hipersonik yang dikembangkan Rusia disebut bakal lebih canggih dibandingkan China.

Pada Desember 2019, Rusia menyatakan telah berhasil menerapkan sistem Avangard hipersonik. Ini diklaim Rusia dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan Mach 20 (6,86 km/detik) dengan jangkauan terbang lebih dari 6.000 km.

Sebenarnya, AS dan India pun mulai mengembangkan senjata yang sama. Ini terkuak pada Maret 2020.

AS menguji kendaraan luncur hipersonik dalam uji terbang jarak jauh untuk  melanjutkan penelitian dan pengembangannya selama bertahun-tahun. Sementara itu, India pertama kali melakukan demonstrasi rudal hipersonik jarak pendek pada September 2020.(*)

 Sumber : CNBCindonesia /  Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]