Semakin Kompetitif, Dua Cabup Muda di Dharmasraya Mulai Sosialisasikan Program Unggulan


Selasa, 27 Oktober 2020 - 15:18:55 WIB
Semakin Kompetitif, Dua Cabup Muda di Dharmasraya Mulai Sosialisasikan Program Unggulan Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Pelaksanaan tahapan Pilkada serentak 2020 di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, terpantau berlangsung semakin dinamis dan penuh nilai edukasi tentang etika berdemokrasi yang berkualitas. 

Pantauan Harianhaluan.com, kondisi tersebut ditandai dengan semakin gencarnya sosialisasi terkait program unggulan dua calon bupati (cabup) muda daerah itu, Panji Mursyidan dan Sutan Riska Tuanku Kerajaan. 

Panji Mursyidan yang berpasangan dengan calon wakil bupati yang merupakan politisi dan salah satu kader terbaik dari Partai Amanat Nasional (PAN) di daerah itu, Yosrisal, sejak beberapa hari terakhir tampak gencar menawarkan program berobat gratis yang menjadi salah satu program unggulannya, di samping isu-isu program lainnya demi meraih simpati masyarakat pemilih. 

Di sisi lain, Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang tampil sebagai calon petahana dan berpasangan dengan sosok politisi senior dari Partai Golkar yang sudah malang melintang di dunia perpolitikan nasional sekaligus tokoh pemekaran Kabupaten Dharmasraya, Dasril Panin Datuk Labuan, terus bergerak dinamis menyosialisasikan fakta-fakta pentingnya keberlangsungan tahapan pembangunan yang sudah baik itu, jika terpilih kembali untuk kedua kalinya. 

Pertarungan dua tokoh muda itu, mendapat tanggapan beragam dari masyarakat yang salah satunya datang dari salah seorang wartawan di Sumatera Barat, Roni Aprianto. 

Menurutnya pola yang ditampilkan kedua tokoh muda itu merupakan sebuah pendidikan politik yang baik bagi masyarakat pemilih secara umum, sekaligus bisa dijadikan bahan pertimbangan sebelum menentukan pilihan. 

Namun, lanjutnya, pola-pola baik tersebut seyogyanya harus diiringi dengan tindakan serupa oleh tim pemenangan dan relawan masing-masing pasangan calon tersebut.

"Saya melihat ada sebagian dari unsur tim pemenangan dan relawan masih menunjukkan etika dan pola mengarah kepada pemasungan dan pengekangan kebebasan memilih terhadap masyarakat," ungkapnya, di Dharmasraya, Selasa (27/10). 

Kesemuanya itu, lanjutnya, diduga hanya merupakan bentuk-bentuk upaya mencari perhatian dan menunjukkan eksistensi seolah-olah mendukung salah satu pasangan calon, padahal sangat diyakini itikad yang ditunjukkan itu tidak bisa dipertanggungjawabkan sebagai bentuk militansi murni dan lebih kepada membela kepentingan pribadi atau kelompok. 

Sehingga, tambahnya, substansi dasar hak demokrasi masyarakat Dharmasraya untuk memilih pemimpin yang berkualitas serta berintegritas dalam memberikan pelayanan terbaik yang menjadi hak dasar masyarakat dalam kedudukannya sebagai pemberi mandat melalui pemilihan langsung, harus terabaikan dan mungkin dihilangkan. 

Senada, salah seorang tokoh muda asal Nagari Silanggauang, Kecamatan Koto Baru, Thoriq Martayana, menilai jika seseorang atau kelompok orang tergerak hati untuk turut serta memenangkan salah satu pasangan calon, maka haruslah menjaga sikap dan perilakunya agar sosok yang ia dukung mendapatkan tempat di hati masyarakat untuk dipilih. 

"Sampaikan program-program yang ditawarkan dengan narasi yang baik, bebas dari upaya pembodohan dan jangan bersikap seolah-olah punya kita lah yang paling benar," tegasnya. 

Menurutnya, kelompok tim pemenangan dan barisan relawan itu mau tidak mau akan dianggap sebagai implementasi dan aktualisasi dari sosok yang ia dukung, jika pola yang dilakukan dengan brutal penuh intimidasi, membujuk rayu dengan memfitnah orang lain dengan dasar kebencian, mengeluarkan narasi mengandung kebohongan dan pembodohan maka pandangan masyarakat justru akan miring ke sosok yang didukung dan akan timbul keengganan untuk memilihnya. 

Sebaliknya, ulasnya, jika program yang ditawarkan disampaikan dengan baik, berbobot dan dilandasi dasar-dasar yang masuk akal, penuh nilai edukasi dengan tetap menjunjung tinggi prinsip berbeda pilihan dalam berdemokrasi adalah dinamika kearifan lokal yang harus dihormati, tentu akan memberikan rasa nyaman dan efek psikologi yang kuat untuk memilih pasangan calon yang didukungnya. 

"Siapapun yang maju dalam kontestasi pilkada adalah aset Dharmasraya yang harus dijaga martabat dan dan kehormatannya, membenci dan mencaci mereka itu sama saja dengan mencoreng muka sendiri," tegasnya. 

Untuk itu, ia beserta segenap generasi muda yang peduli dan menginginkan daerahnya maju dan berkembang, meminta para elite agar mampu memberikan keteladanan yang baik bagi generasi penerus. 

"Caci maki itu sudah basi, adu domba itu barang lama dan taktik pembodohan itu sudah tidak berguna karena era sekarang adalah masanya kontestasi program kinerja, jika tidak mengikuti tren maka hampir dipastikan akan tergilas oleh gelombang suara masyarakat pemilih yang sebagian besar sudah muak dengan pola politik praktis gaya lama dan usang," tutupnya. (*)
 

Reporter : Rully Firmansyah /  Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]