Pramuka dan Sumpah Pemuda di Masa Pandemi Covid-19


Rabu, 28 Oktober 2020 - 09:12:30 WIB
Pramuka dan Sumpah Pemuda di Masa Pandemi Covid-19 Foto: Istimewa

Salam Pramuka, Tepuk Pramuka

Pandemi COVID-19 adalah peristiwa menyebarnya penyakit koronovairus 2019, dalam Bahasa Ingerisnya coronavirus disease 2019, singkatan dari COVID-19 di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh koronavirus jenis baru yang diberi nama SARS-Cov-2. Virus ini menginfeksi beragam orang dengan berbagai kondisi kesehatan yang menyertai. Akan tetapi, ternyata mereka yang dapat terinfeksi tidak hanya berlatar usia yang lebih tua, atau memiliki kondisi penyakit penyerta saja. Orang muda yang tampak sehat, tak selalu mendapatkan gejala yang ringan, tetapi juga bisa saja terinfeksi dengan sakit yang parah.


Oleh: H. Candrianto, ST.M.Pd.IPM.CSE, Kapusdiklatda Gerakan Pramuka Sumatera Barat

Lalu apa yang yang dilakukan oleh Gerakan Pramuka?

Pandemi COVID-19 tidak sebagai penghalang untuk tetap melakukan aktivitas latihan dan membina pramuka dengan tetap sesuai SOP Protokol kesehatan. Yang Muda Yang Berkarya, pramuka diharapkan mampu berkarya menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain melalui INOVASI, KREATIVITAS DAN PRODUKTIF. Mampu memanfaatkan teknologi dalam berkarya.

Selain mahir urusan teknologi, pramuka juga harus menjadi contoh dalam penerapan protokol kesehatan saat pandemi seperti sekarang dengan selalu ingat memakai masker, rajin cuci tangan, jaga jarak, dan jaga imunitas tubuh. Jika melihat dari lambang pramuka, buah kelapa yang baru bertumbuh. Dia punya akar yang menancap. Kita harus tahu jati diri kita. Akarnya harus kuat. Cara berpikirnya yang luas, apapun gerakan yang dia lakukan untuk kebaikan diri, masyarakat, dan bangsa. Tidak menjadi generasi seperti air di daun talas, yang mudah goyah ke kanan dan ke kiri.

Pramuka bisa menjadi agen perubahan tidak hanya untuk melakukan protokol kesehatan pada diri mereka sendiri, namun untuk keluarga mereka hingga lingkungan yang lebih luas lagi. Anggota Pramuka diharapkan dapat mensosialisasikan kepada orang tuanya, adik kakak dan secara berjenjang akan berlanjut pada komunitas yang lebih besar. Anggota Pramuka harus melakukan tiga hal, yaitu disiplin terkait protokol kesehatan, hidup bersih dan menjaga keselamatan diri sendiri.

Disamping Peserta Didik, Pembina pramuka juga harus mengasah ketrampilan, saling bertukar pikiran serta mengupgrade ketrampilan dan skill dalam merumuskan pola pembinaan yang tepat sesuai dengan Prinsip Dasar dan Metode Pendidikan Kepramukaan. Tantangan diera globalisasi menjadi cambuk tersendiri dan motivasi agar pembina pramuka terus membuat karya dan metode terbaik dalam merumuskan pola pembinaan kepada peserta didik.

Bentuk-bentuk inovasi yang dilakukan oleh gerakan pramuka Sumatera Barat khususnya seperti menjadi agen perubahan tidak hanya untuk melakukan protokol kesehatan pada diri sendiri keluarga hingga lingkungan yang lebih luas lagi termasuk disiplin terkait protokol kesehatan, jadilah generasi yang cerdas, berbudi luhur, loyalitas, dan berdedikasi dan cinta negara, lakukan kampanye protokol kesehatan dan hidup sehat, jika pramuka sehat, maka pramuka bisa jadi garda terdepan, aktif melaksanakan kegiatan melalui konferensi atau webinar ataupun workshop secara virtual, melaksanakan latihan dan pengujian SKU,SKK, SPG melalui daring bagi PESDIK dan Kursus-Kursus bagi Pembina, membuat aneka pelatihan selain Scouting Skill baik bagi PESDIK maupun Pembina seperti membuat masker, face shield, hand sanitizer, dan lain-lainnya bisa secara Daring maupun Luring, melaksanakan berbagai jenis lomba secara virtual seperti scouting skill, membuat vidio, menulis berita, sayembara logo, animasi, pidato, MTQ dan lain-lain.Inilah beberapa inovasi yang dapat dilakukan oleh Gerakan Pramuka pada masa pandemic-19 ini.

Jadi, meskipun masa pandemik, Gerakan Pramuka tetap berkegiatan tanpa meninggalkan unsur kepramukaannya. Pada masa normal baru, gerakan pramuka dibutuhkan dalam memberikan pencerahan kepada publik agar laju gerak Covid-19 bisa dicegah. Gerakan pramuka memiliki sebuah janji yang bersifat universal, di mana anggota pramuka menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui sebuah nilai kehidupan, yaitu Dasa Dharma.

Dan tak dapat diragukan, bahwasanya pendidikan kepramukaan pantas menjadi suatu pendidikan wajib bagi para pelajar demi menghasilkan putra-putri bangsa yang berkarakter serta bermoral tinggi. Sebab dalam organisasi pramuka selalu dibina tentang bagaimana karakter dan moral individu kedepannya, untuk menjadikan putra-putri bangsa yang siap mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Semangat anggota pramuka inilah energi Indonesia sebenarnya. dapat disadari bahwa pramuka berperan dalam penerapan peristiwa Sumpah Pemuda. Pandangan dari berbagai pihak bahwa pramuka ternyata bukan hanya fokus pada materi kepramukaan saja, melainkan anggota pramuka pun mendapatkan didikan karakter yang baik.

Energi pramuka energi Indonesia. Jika dikaitkan dengan sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Tentunya Gerakan Pramuka adalah implementasi dari peristiwa Sumpah Pemuda.

Sebab, organisasi kepramukaan ialah suatu wadah di mana para remaja berkumpul untuk menuangkan aspirasinya, dalam organisasi kepramukaan pun memiliki sebuah tingkatan sesuai usia yang tentunya bukan hanya remaja saja atau anggota muda yang ada di dalam organisasi kepramukaan melainkan juga ada anggota dewasa. Organisasi kepramukaan pantas menjadi suatu wujud dari gerakan sumpah pemuda.

Sebab dalam kepramukaan, kita mendapatkan sebuah didikan karakter yang menjadikan para remaja berintegritas serta berkualitas. (**)

 Sumber : Relis /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]