Lebih Cepat dari PCR, Tes Antigen Covid-19 Bisa Deteksi Virus dalam Hitungan Menit


Rabu, 28 Oktober 2020 - 16:58:13 WIB
Lebih Cepat dari PCR, Tes Antigen Covid-19 Bisa Deteksi Virus dalam Hitungan Menit Sekretaris Pusat Riset Bioteknologi Molekular dan Bioinformatika Unpad, Muhammad Yusuf dalam peluncuran Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen untuk Indonesia bertajuk "Jalan Menuju Pandemi Terkendali" melalui aplikasi Zoom bersama Jurnalis Ubah Laku, Rabu (28/10/2020).

HARIANHALUAN.COM - Sekretaris Pusat Riset Bioteknologi Molekular dan Bioinformatika Unpad, Muhammad Yusuf memaparkan, dengan alat deteksi antigen melalui PCR atau deteksi cepat bisa dideteksi seseorang tersebut sudah terpapar virus dan menularkan kepada orang lain.

"Kenapa sekarang tingkat penyebaran di Indonesia meluas, meskipun secara teorinya PCR itu cepat tapi faktanya karena keterbatasan dan lain-lain jadi kita baru mendapatkan hasil berhari-hari," ujar Yusuf dalam peluncuran Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen untuk Indonesia bertajuk "Jalan Menuju Pandemi Terkendali" melalui aplikasi Zoom bersama Jurnalis Ubah Laku, Rabu (28/10/2020).

"Jadi bayangkan ketika diambil sampel harus menunggu dua hari bahkan sampai tujuh hari. Selama menunggu itu kita kan menanti apakah terpapar virus atau belum. Maka kita tidak bisa membatasi diri," tutur Yusuf.

Melihat kondisi tersebut, menurut Yusuf, yang diperlukan adalah uji yang bisa memberikan informasi bahwa seseorang terpapar virus atau tidak dalam hitungan hari atau menit yakni dengan alat tes antigen Covid-19.

"Jika dilihat secara akurasi atau sensitifitas, alat tes antigen memang tidak sebaik PCR. Karena PCR ada proses anti virus. Tapi tes antigen sudah didesain bisa mendeteksi keberadaan virus dalam sampel ketika jumlah virus dalam keadaan banyak," papar Yusuf.

Artinya sebut Yusuf, keberadaan virus yang banyak ini pada saat seseorang berpotensi menularkan kepada orang lain. Diharapkan dengan terdeteksinya orang yang terpapar virus dapat membatasi penyebarannya sehingga virus cukup berhenti kepada orang terinfeksi.

"Dulu pernah diilustrasikan, seseorang terinfeksi dengan sudah melakukan sosial distancing. Penyebaran virusnya akan sangat dihambat," ulas Yusuf.

Yusuf menambahkan, pihaknya dari Universitas Padjajaran bersama mitra industri PT. PMC dan PT. Indomedika mengembangkan deteksi dengan menggunakan alat tes antigen, serta didukung oleh Pemerintah Jawa Barat.

"Bentuknya sama dengan rapid test dan antibodi biasa, tapi bedanya dalam sampel itu disaat ada virus akan tertangkap oleh antibodi spesifik dan ada garis-garis kunci. Jadi garis kuncinya jika ada yang positif akan terbentuk dua garis," kata Yusuf.

Cara kerjanya, sebut Yusuf, sama dengan PCR melalui swab massal. Diambil sampelnya, kemudian dicampurkan tester dalam waktu 20 menit sudah terlihat hasilnya.

"Hasilnya ketika didalam sampel ada positif, muncul dua garis. Kalau didalamnya tidak ada virus hanya muncul satu garis. Intinya antigen ini dapat mendeteksi jumlah virus dalam saliva atau proses deteksi yang sangat mudah," imbuh Yusuf.

Lebih lanjut, kata Yusuf, alat ini dilakukan secara mandiri oleh para mitra industru lokal (Indonesia). Prosesnya mulai diproduksi di Unpad, kemudian diserahkan kepada PT. PMC sebagai farmasi.

"Jadi Indonesia harus selalu swasembada Covid-19, kita tidak hanya selalu melakukan tes. Untuk tesnya kami menawarkan beberapa solusi diantaranya alat tes antigen, VTM. Apalagi Indonesia butub vaksin," tukasnya. (*)

Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]