Laris Manis, Konsumsi Kelapa Muda Meningkat Sejak Pandemi Covid-19


Rabu, 28 Oktober 2020 - 23:06:07 WIB
Laris Manis, Konsumsi Kelapa Muda Meningkat Sejak Pandemi Covid-19 Putra Rezki pedagang kepala muda di Kota Sawahlunto

HARIANHALUAN.COM - Disinyalir bisa menjadi salah satu medium untuk mencegah tertular Virus Corona Covid-19, penjualan pedagang kelapa muda jeruk peras terus mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Setidaknya hal itu dirasakan Putra Rezki, pedagang kelapa muda di Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat ini mampu menjual hingga 50 biji kelapa muda setiap hari.

“Alhamdulillah, dalam sehari kelapa muda bisa terjual sampai 50 biji. Sedangkan untuk jeruk peras bisa mencapai delapan puluh cup,” ujar Putra Rezki kepada Haluan, Rabu (28/10).

Kebanyakan yang menjadi pelanggannya, terang Bapak satu anak itu, masyarakat yang sedang menjalani isolasi akibat terinfeksi Covid-19, baik isolasi mandiri maupun isolasi yang ditempat pemerintah.

Untuk memenuhi permintaan tersebut, Putra Rezki harus mencari pasokan kepala muda hingga ke daerah tetangga. “Kalau hanya mengharapkan pasokan di dalam Sawahlunto, sangat sulit. Sebab belum ada petani kepala khusus untuk kelapa muda,” tambah Putra Rezki.

Tidak hanya Putra Rezki, Nal (55) yang juga pedagang kepala muda juga merasakan peningkatan permintaan kelapa muda beberapa bulan terakhir.
“Alhamdulillah, memang meningkat. Terutama sejak masalah Covid-19 muncul, tingkat konsumsi air kelapa muda meningkat nampaknya,” kata Nal.

Nov (55) salah seorang warga yang pernah terinfeksi Covid-19 di Sawahlunto mengaku mengkonsumsi air kelapa muda dua kali dalam sehari. “Kami konsumsi dua kali dalam sehari. Alhamdulillah, dalam sepekan kami sekeluarga kembali dinyatakan negatif,” ungkap Nov.

Sebelumya dalam sebuah webinar yang bertajuk ‘Bahaya Penyakit Penyerta pada Pasien Covid-19’, dinyatakan air kelapa tak hanya berfungsi untuk menyegarkan tubuh. Namun air kelapa juga bisa mencegah tertular dari penyakit berbahaya Covid-19.

"Air Kelapa punya banyak manfaat, khususnya untuk mencegah munculnya penyakit penyerta Covid-19. Jangan sampai daya tahan tubuh turun karena akan rentan terhadap infeksi Covid-19. Jangankan Covid-19, penyakit lain juga muncul mulai dari influenza biasa hingga lainnya," kata Speaker di Webinar, DR Med, Dr. Maya Surjadjaja, M. Gizi, Sp. GK, FAAMFM.

Penelitian juga sudah menunjukkan air kelapa punya potensi besar untuk mencegah penyakit. Hal ini sudah diuji coba kepada manusia hingga binatang.
Melalui uji coba pada manusia, air kelapa menjadi katalis bagi hipertensi dan diare. Manfaatnya semakin luas sebagai anti oksidan hingga rehidrasi. Saat diuji cobakan kepada tikus dan kelinci didapatkan sedikitnya 7 fakta manfaat.

Air kelapa mampu mengurangi risiko penyakit jantung, bisa menurunkan kolesterol, hingga mengurangi perlemakan hati. Lalu, bagaimana dengan pasien Hipertensi? Air kelapa muda segar mampu menurunkan tekanan darah sostolik. Caranya, air kelapa muda dikonsumsi 300 Ml dalam 2 kali sehari selama 14 hari beruntun. Agaknya hal itu yang membuat penjualan pedagang kelapa muda di Kota Sawahlunto mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. (*)

Reporter : Fadilla Jusman /  Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]