50% Hotel di Sumbar Tutup Akibat Covid-19, Ranti Komala: Harus Ada Inovasi Bisnis Perhotelan


Kamis, 29 Oktober 2020 - 11:43:02 WIB
50% Hotel di Sumbar Tutup Akibat Covid-19, Ranti Komala: Harus Ada Inovasi Bisnis Perhotelan Sekretaris Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Padang (PNP), Ranti Komala Dewi. Dok PNP

HARIANHALUAN.COM - Sekretaris Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Padang (PNP), Ranti Komala Dewi melihat, pandemi Covid-19 memberikan dampak langsung terhadap industri pariwisata Indonesia, khususnya industri perhotelan di Sumatera Barat.

Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indosesia (PHRI) Sumatera Barat sudah 50% hotel tutup, 30% melakukan kegiatan, 50% dengan cara merumahkan karyawan dengan sistem unpaid dan 50% digaji, 20% lagi masih beropersai dengan melakukan kegiatan katering dan menjual makanan siap saji, dan ada juga dengan cara menyewakan kamar untuk isolasi mandiri.

"Kondisi ini menuntut pihak hotel melakukan inovasi demi tetap bisa bertahan di tengah gempuran wabah virus Covid-19. Salah satunya dengan memunculkan penawaran “paket isolasi mandiri” selama 14 hari, seperti yang dilakukan oleh mitra kami, Hotel Whiz Prime," sebut Ranti, dikutip dari website PNP, Kamis (29/10/2020).

Ranti juga melihat ini sebagai wujud nyata pihak hotel untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

"Saat ini, industri perhotelan dituntut inovatif dalam membuat program kegiatan dan proaktif menghadapi perubahan agar dapat bertahan dan menjadi market leader di kawasannya," terangnya.

Inovasi tersebut menurut Ranti, menuntut pengelola perhotelan untuk berbenah diri dengan melakukan banyak terobosan dan pembaharuan. Salah satunya adalah menyediakan sumber daya manusia yang mumpuni, yang mempunyai ilmu yang cukup di bidang perhotelan dan mempunyai keberanian bersaing serta inovatif dalam menghadapi persaingan.

"Bagi kami, peneliti dan akademisi, hal ini menjadi tangungjawab sekaligus tantangan, terutama bagi perguruan tinggi yang memiliki program studi Usaha Perjalanan Wisata, seperti Politeknik Negeri Padang. Perguruan tinggi tidak saja dituntut untuk menghasilkan sumber daya manusia pariwisata yang mumpuni dalam ilmu kepariwisataan tapi juga mampu memberikan sumbangsih pemikiran dalam menangani permasalahan yang terjadi, seperti pandemi Covid-19 sekarang ini," imbuh Ranti.

Di sisi lain Fardinal menjelaskan, setelah dilakukan pelatihan dan diskusi mengenai penerapan CHSE pada Hotel Whiz Prime Padang, dilanjutkan dengan pengembangan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sesuai degan panduan CHSE di Hotel.

"Hal itu dimaksudkan sebagai penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19. Pelatihan ini diikuti secara daring oleh GM Incharge, Panitia Satgas Covid-19, Front Office Department, Housekeeping Department dan Security Department Whiz Prime Hotel Padang," pungkas Fardinal. (*)

Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]