Menag Tanggapi Pernyataan Macron: Kebebasan Berekspresi Tidak Boleh Kebablasan


Kamis, 29 Oktober 2020 - 12:34:04 WIB
Menag Tanggapi Pernyataan Macron: Kebebasan Berekspresi Tidak Boleh Kebablasan Menag Fachrul Razi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi memandang pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron melukai perasaan umat muslim karena mengaitkan agama Islam dengan tindakan terorisme. Ditambah lagi membiarkan penerbitan kartun yang menghina Nabi Muhammad.

Fachrul mendukung sikap Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia yang memanggil Duta Besar Prancis dan menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Presiden Prancis yang dinilai menghina agama Islam.

“Setiap umat beragama harus menghormati simbol-simbol agama yang dianggap suci oleh pemeluk agama lain, termasuk terkait pemahaman visualisasi Nabi Muhammad,” ujar Fachrul di Jakarta, Kamis (29/10/2020).

Ia menekankan kebebasan berpendapat atau berekspresi tidak boleh dilakukan melampaui batas dan kebablasan sehingga mencederai kehormatan, kesucian hingga kesakralan nilai hingga simbol agama apapun.

Bahkan menurut Fachrul, menghina simbol agama adalah tindakan kriminal. Pelakunya, harus bertanggung jawab atas perbuatannya, dan ditindak sesuai ketentuan hukum.

Namun demikian ia juga mengingatkan bahwa Islam tidak membenarkan tindakan main hakim sendiri, apalagi dengan melakukan pembunuhan. “Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.

Selain itu, Fachrul mengimbau agar umat Islam di Indonesia tidak terpancing melakukan tindakan anarkis. Islam tidak membenarkan tindakan main hakim sendiri.

“Keagungan Islam tidak bisa ditegakkan dengan melanggar nilai-nilai kemanusiaan. Tunjukkan sikap tegas dengan tetap menjunjung tinggi watak umat beragama yang menolak tindak kekerasan,” pungkas Fachrul.. (*)

 Sumber : okezone.com /  Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]