Ahli Wabah Minta Hentikan Tes Antibodi Covid-19: Gantinya Ada Antigen, Lebih Cepat dan Akurat


Kamis, 29 Oktober 2020 - 13:07:59 WIB
Ahli Wabah Minta Hentikan Tes Antibodi Covid-19: Gantinya Ada Antigen, Lebih Cepat dan Akurat Ahli Wabah, dr Pandu Riono.

HARIANHALUAN.COM - Ahli Wabah Universitas Indonesia (UI), dr. Pandu Riono mengungkapkan, penyebab tidak optimal surveillance sebagai pelatihan dasar pandemi Covid-19 di Indonesia karena ada jeda tes. Sehingga antara tes dan pelacakan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Akibatnya, orang yang terpapar Corona menularkan kebanyak orang sebelum isolasi.

"Jadi ketika diisolasi dua Minggu sudah tidak bermanfaat lagi. Karena sebenarnya mereka sudah menularkan ke orang lain dengan cukup banyak. Jadi ini belum dibahas serius masalah keterlambatan tes," kata Pandu dalam peluncuran Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen untuk Indonesia bertajuk "Jalan Menuju Pandemi Terkendali" melalui aplikasi Zoom bersama Jurnalis Ubah Laku, kemarin.

Melihat kondisi tersebut, Pandu telah melakukan avokasi kepada pemerintah dan banyak pihak supaya Indonesia bisa mengatasi jeda tes Covid-19. Karena dari analisis yang dilakukannya Indonesia sampai sekarang masih belum berhasil mengatasi Covid-19.

"Nah, yang paling penting bahwa pada awal pandemi kita membutuhkan mendeteksi virus. Problemnya adalah dengan PCR tes, kita tidak menghasilkan tes dengan cepat apalagi kapasitasnya. Jadi ada dua problem, yang satu kecepatan PCR dan kapisitas untuk mentes orang," sebut Pandu.

Menurut Pandu, jika dilakukan antibodi sudah terlambat, sebab berdasarkan tes antibodi orang yang hasil tesnya dikatakan non reaktif namun sebenarnya sudah membawa virus. Itu masalahnya pada awal pandemi dan sampai sekarang masih dipromosikan tes antibodi walhasil manfaatnya tidak banyak.

"Menurut saya sih, kalau saya tegaskan dari awal hentikan tes antibodi. Karena sekarang sudah ada gantinya tes antigen. Sangat cepat dan bisa mendeteksi orang-orang yang membawa virus supaya dia tidak bepergian, naik pesawat terbang. Karena naik pesawat terbang dalam ruangan tertutup lebih bahaya untuk keselamatan orang lain," saran Pandu.

Menurut Pandu lagi, ada dua cara mengatasi pandemi. Pertama, tidak perlu dilakukan pengetatan karena itu hanya bagus dilakukan pada awal pandemi bulan Maret. Jika sekarang pengetatan PSBB tidak optimal lagi. Namun yang harus dilakukan adalah membuka pelonggaran.

"Kedua, kalau tadi penduduk yang tinggal di rumah bisa menekan penularan, gantinya hanya dua, pakai masker dan testing akurat dan cepat. Karena sudah testing harus dilacak, minimal 30 orang yang pernah komunikasi dengan orang tersebut," ujar Pandu.

Kemudian, dilakukan isolasi yang benar kepada orang yang membawa virus supaya memisahkan diri dari orang yang belum membawa virus. Jika dilakukan isolasi yang benar artinya Indonesia berhasil memutus rantai penularan Covid-19. Intinya, pakai masker, terapkan 3M. Testing, lacak, dan isolasi.

"Kita bisa sekaligus melonggarkan kegiatan dan ekonomi bisa pulih. Dan problemnya bagaimana mengatasi pandemi yang baik tapi menutup masyarakat tidak bergerak. Suruh tinggal di rumah terus ya gak mungkin tapi kalau beraktivitas pakai lah masker. Jika nanti ada yang suspect dilakukan pelacakan," tutur Pandu.

Pandu melihat jika tidak dirobah strategi dalam mengatasi Covid-19 dengan cepat dan testing tidak diperkuat. Indonesia bisa sampai puncak tertinggi kasus Corona pada tahun 2021. Ini sesuatu yang mungkin bisa terjadi dan harus diusahakan tidak terjadi. Karena jika mau sampai zona hijau harus bisa menekan puncaknya.

"Jika ingin berhenti sampai hijau pada Desember 2020 kita harus bisa mempromosikan tes antigen, pakai masker. Karena bicara masker membutuhkan 85 persen penduduk yang harus memakai masker, tesnya harus ada persyaratan minimal tadi. Baru kita bisa mengendalikan pandemi. Itu kuncinya," ulas Pandu. (*)

Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]