Sejak Covid-19, Omset Pedagang Lapseg Sawahlunto Tak Lampaui 25 Persen


Kamis, 29 Oktober 2020 - 21:27:42 WIB
Sejak Covid-19, Omset Pedagang Lapseg Sawahlunto Tak Lampaui 25 Persen Kawasan Lapangan Segitiga alun alun Kota Sawahlunto (Foto: Fadilla Jusman)

HARIANHALUAN.COM - Tujuh bulan sejak pandemi Covid-19 merebak, omset pedagang di Kawasan Lapangan Segitiga (Lapseg) Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, terus mengalami penurunan.

Rata-rata omset pedagang di kawasan alun alun kota itu hanya berkisar antara 10 hingga 25 persen dibandingkan dengan masa sebelum pandemi Covid-19.

"Untuk saat ini dapat Rp150 ribu saja susahnya minta ampun," ungkap Edi (37) salah seorang pedagang telur gulung di kawasan Lapseg Sawahlunto, Kamis (29/10).

Menurut Edi, dulu omset penjualannya dalam sehari mampu mencapai Rp850 ribu. Sebab begitu banyak lokasi penjualan yang dituju.

Dulu, katanya, pagi sudah bisa jualan di sekolah. Siang hingga sore bisa di lokasi keramaian tempat wisata seperti ini.
Namun, keluh Edi, saat ini pagi belum bisa berjualan, sebab sekolah tidak buka. Sedangkan siangnya di kawasan wisata sangat sepi.

Tidak hanya Edi, Bukde (52) pedagang mie ayam di Lapseg "Kota Arang", mengaku pendapatannya jauh anjlok dibandingkan sebelum corona melanda.

Biasanya, di luar akhir pekan, Bukde bisa meraih omset satu jutaan rupiah. Sementara di akhir pekan bisa melonjak hingga dua setengah kali lipat.

"Saat ini untuk Rp250 ribu saja bisa didapatkab dalam sehari, sudah alhamdulillah," katanya.

Bahkan, karena sepinya pembeli, Bukde yang berjualan didampibgi sang suami itu sempat berhenti jualan.

"Ya dari pada rugi karena ndak ada yang beli, kami pilih cuti jualan saja dulu," ujar wanita yang mengaku berasal dari kampung PresideB RI Joko Widodo itu.

Baik Edi maupun Bukde sangat berharap pemerintah dapat menetapkan kembali kondisi ini kembali normal ataupun menerapkan new normal.

Tentunya dibarengi dengan membuka peluang kerja bagi masyarakat. Proyek kegiatan pembangunan kembali digelar, sehingga masyarakat kembali dapat bekerja menghasilkan pendapatan, yang kemudian dapat dibelanjakan.

"Ekonomi yang hidup tentu akan membuat pasar berputar, pedagang seperti kami ini kembali dilirik pelanggan," ujar Edi.

Dalam kondisi pandemi Covid-19, tambahnya, bagaimana masyarakat mau membelanjakan uangnya untuk telur gulung atau mie ayam, untuk makan di rumah saja susah.

"Sebagai pedagang kami sangat berharap kondisi kembali normal, sehingga ekonomi kembali berputar nornal," pungkasnya. (*)

 

Reporter : Fadilla Jusman /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]