Halte Transjakarta Rusak saat Demo, Megawati: Enak Aja Dibakar, Emang Duit Lo?


Kamis, 29 Oktober 2020 - 21:46:10 WIB
Halte Transjakarta Rusak saat Demo, Megawati: Enak Aja Dibakar, Emang Duit Lo? Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

HARIANHALUAN.COM - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyoroti demonstrasi yang dalam waktu belakangan ini marak terjadi.

Megawati mengakui, aturan hukum membolehkan demonstrasi. Pasca Reformasi 1998 setelah runtuhnya Orde Baru, Indonesia masuk ke dalam alam demokrasi. Namun, Megawati menegaskan, demonstrasi bukan berarti boleh melakukan aksi perusakan fasilitas umum (fasum).

"Kurang apa saya bilang kepada mereka yang mau demo-demo, ngapain sih kamu demo-demo? Kalau tak cocok, pergi ke DPR. Di sana ada yang namanya rapat dengar pendapat. Itu terbuka bagi aspirasi," kata Megawati saat Peresmian 13 Kantor PDIP dan Patung Bung Karno sekaligus Peringatan Sumpah Pemuda secara virtual, Rabu (28/10/2020).

"Masya Allah, susah-susah bikin halte-halte Transjakarta, enak aja dibakar, emangnya duit lo? Ditangkap tak mau, gimana ya. Aku sih pikir lucu banget nih Republik Indonesia sekarang," katanya.

Megawati lalu bertanya kepada Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, mantan gubernur DKI Jakarta yang duduk di sebelahnya soal biaya untuk membangun sebuah halte. Djarot menjawab biayanya sekitar Rp3 miliar.

Mengetahui itu, Megawati mengatakan biayanya saat ini kemungkinan lebih besar karena pengaruh inflasi. "Kalau ibu-ibu, patokannya harga emas gitu. Mana mungkin lagi sekarang kalau mau diperbaiki itu Rp3 miliar cukup? Coba bayangkan. Itu rakyat siapa ya? Itu yang namanya anak-anak muda, saya ngomong gini itu dalam Sumpah Pemuda lho," tutur Megawati.

Dia lantas membandingkan para pemuda di era kemerdekaan yang hidup di tengah tekanan penjajahan karena belum merdeka, namun justru berani membuat gerakan hingga muncul Sumpah Pemuda.

"Ayo kalau kalian hari ini bisa bikin sumpah kayak begitu. Saya suka terkagum-kagum kok. Waduh pikirannya zaman dulu lho, sampai boleh bersatu bikin sumpah. Eh zaman penjajahan, mereka ditangkep lah. Nah sekarang ini sudah merdeka, dirusak sendiri. Gimana ya?" ungkapnya kesal.

Megawati mengaku tidak mempermasalahkan pihak-pihak yang ingin maju sebagai calon presiden mendatang. "Kalau banyak yang mau jadi presiden, silakan. Itu adalah hakmu. Tetapi ingat kamu hidup di sebuah negara yang namanya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sabar saja lah, ntar juga datang 2024, kita tanding lagi. Coba bayangkan sampai saya mikir mau jadi apa ini orang Indonesia, sudah lupa yang namanya sejarah," tuturnya. (*)

 Sumber : okezone.com /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]