Pencarian Korban Gempa di Turki-Yunani Dilanjutkan


Sabtu, 31 Oktober 2020 - 20:08:17 WIB
Pencarian Korban Gempa di Turki-Yunani Dilanjutkan Pencarian Korban Gempa di Turki-Yunani Dilanjutkan

HARIANHALUAN.COM - Tim penyelamat melanjutkan pencarian korban yang selamat di reruntuhan bangunan di kota Izmir, Turki, yang terkena gempa bumi dahsyat pada hari Jumat (30/10).

Gempa bumi yang dahsyat melanda pantai Aegean Turki dan di utara Pulau Samos, Yunani, menghancurkan perumahan warga dan menewaskan sedikitnya 22 orang.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,0 itu berpusat di provinsi Izmir Turki, berdasarkan laporan Survei Geologi AS (USGS).

Turki menyebutkan magnitudo lebih rendah, yakni 6,6, dan melaporkan 20 orang tewas dan 786 lainnya luka-luka di provinsi Izmir. Di Samos, dua remaja tewas.

Gempa yang dangkal itu memicu tsunami kecil yang membanjiri Izmir dan Samos.

Pihak berwenang di Izmir, ibu kota provinsi, telah mendirikan tenda-tenda untuk menampung sekitar 2.000 orang, di tengah kekhawatiran akan lebih banyak bangunan yang runtuh.

Pihak berwenang mengatakan 70 orang telah diselamatkan dari bawah reruntuhan.

Tim penyelamat terus menggali reruntuhan, berharap menemukan banyak orang yang bisa diselamatkan.

USGS mengatakan gempa itu - yang dirasakan sejauh Athena dan Istanbul - terjadi pada kedalaman 10 km, meskipun pejabat Turki mengatakan gempa itu terjadi 16 km di bawah tanah.

Turki dan Yunani sama-sama berada di garis patahan dan gempa bumi biasa terjadi.

Tim penyelamat dan penduduk setempat mencari korban selamat di Izmir

Sementara itu, belum ada WNI yang dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa ini. "Sejauh ini tidak diperoleh laporan mengenai adanya WNI yang terkena dampak langsung gempa tersebut", ujar Harliyanto, Koordinator Perlindungan WNI KBRI Ankara.

Berdasarkan keterangan KBRI Ankara, ada sekitar 98 WNI yang tinggal di Izmir dan daerah sekitarnya yang terdampak. Sebagian besar dari mereka adalah pekerja spa dan mahasiswa.

Di Izmir, kota terbesar ketiga di Turki dengan populasi hampir tiga juta, banyak orang terlihat berlarian ke jalan-jalan karena panik dan takut setelah gempa melanda. Setidaknya 20 bangunan roboh.

Video yang diunggah di media sosial menunjukkan saat satu gedung bertingkat runtuh, sebagaimana dilaporkan wartawan BBC Orla Guerin di Istanbul.

Rekaman lain menunjukkan orang-orang mencari korban selamat di bawah puing-puing bangunan.

Banjir juga dilaporkan terjadi setelah permukaan laut naik dan beberapa nelayan dinyatakan hilang.

"Goncangannya benar-benar kuat, hampir cukup untuk membuat Anda jatuh. Saya dan anak-anak saya lari keluar rumah layaknya orang yang sedang mabuk karena goncangan kuat itu," kata Chris Bedford, seorang pensiunan guru Inggris yang tinggal di Urla, barat Izmir, kepada BBC .

Salah satu dari 20 korban yang dikonfirmasi tenggelam, kata badan darurat Turki.

Yasar Keles, seorang pejabat di Sigacik, dekat Izmir, mengatakan kepada BBC Turki bahwa seseorang meninggal setelah kursi rodanya dihantam air yang naik.

Pihak berwenang kemudian mengatakan sebanyak 70 orang telah diselamatkan dari bawah reruntuhan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pemerintah akan membantu mereka yang terkena dampak gempa "dengan semua sarana yang tersedia di negara kami". (*)

 

 Sumber : vivanews.com /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]