Awas, Jualan Makanan Online Tanpa Izin Kena Denda Rp100 Juta


Ahad, 01 November 2020 - 14:49:13 WIB
Awas, Jualan Makanan Online Tanpa Izin Kena Denda Rp100 Juta Dok detik.com

HARIANHALUAN.COM - Di India mulai banyak orang yang berjualan makanan dan kue online di internet. Pemerintah India terapkan kebijakan baru hingga denda ratusan juta rupiah.

Tak hanya di Indonesia saja, tren bisnis makanan dan kue online selama pandemi juga meningkat di India. Banyak orang yang mulai berjualan makanan online di sosial media, hingga di berbagai situs internet.

Hampir seluruh makanan online ini merupakan masakan rumahan, atau produk rumahan berskala kecil. Mulai dari kue, cokelat, hingga masakan jadi.

Dilansir dari Storypick melalui detik.com (1/11), hal ini lah yang membuat badan pengawasan makanan dan pangan di India (FSSAI), memutuskan untuk mengeluarkan kebijakan terbaru.

FSSAI menyebutkan bahwa setiap penjual makanan online, yang belum registrasi atau memiliki izin. Bisa terkena denda mencapai Rs 5 lakh (Rp 100 juta), atau kurungan penjara sampai 6 bulan.

Menurut FSSAI, tidak sembarang orang bisa berjualan makanan meski lewat online. Karena ada standar dan protokol kesehatan dan keamanan pangan yang harus dipatuhi oleh para penjual ini.

FSSAI juga merilis peraturan apa saja bagi dapur-dapur rumahan ini. Seperti penjual makanan online yang memiliki omzet di atas Rs 12 lakh (Rp 234 juta), wajib mendaftarkan merek makanan mereka ke FSSAI.

Sementara untuk penjual makanan online dengan omzet di bawah Rs 12 lakh. Tetap wajib mendaftar online di situs FSSAI.

Semua produk makanan online di India wajib mengenakan label. Makanan tanpa label atau brand, akan didenda sebanyak Rs 3 lakh (Rp 58 juta).

Sedangkan untuk penjual kue rumahan yang tidak mencantumkan label komposisi, hingga informasi kualitas makanan akan dipenalti sebesar Rs 5 lakh (Rp 98 juta).

Semua peraturan ini dibuat agar para penjual makanan online, bisa tetap mengikuti standar dan protokol keamanan pangan yang berlaku seperti di restoran hingga toko kue.

Dengan adanya peraturan ini, pihak FSSAI berharap bahwa kualitas dan keamanan makanan online akan terus meningkat. Tak ada lagi para penjual makanan online yang asal-asalan menjual makanan mereka ke konsumen di India.

Sejak virus Corona menyerang berbagai negara, banyak orang yang beralih ke makanan online. Di Indonesia sendiri, pertumbuhan bisnis online melonjak hingga 250% sejak masa pandemi. (*)

 Sumber : Detik.com /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]