Asteroid 'Dewa Kekacauan' Hantam Bumi 2068, Begini Dampaknya


Senin, 02 November 2020 - 09:20:38 WIB
Asteroid 'Dewa Kekacauan' Hantam Bumi 2068, Begini Dampaknya Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Asteroid salah satu benda angkasa yang terus diwaspadai pergerakannya oleh para ahli astronom. Sebab dampaknya cukup buruk bila asteroid berukuran besar menabrak bumi. Salah satunya asteroid Apophis yang rencananya akan mendekati bumi pada 2068.

Asteroid raksasa Apophis diprediksi akan berada sangat dengan Bumi dalam kurun waktu 48 tahun ke depan. Dengan diameter 1.000 kaki atau sekitar 340 meter, Apophis dipastikan akan memberi dampak mematikan bila menabrak Bumi.

Tabrakan dengan permukaan akan melepaskan kekuatan setara dengan 1.151 megaton TNT. Peristiwa bencana seperti itu terjadi di Bumi sekitar sekali setiap 80.000 tahun.

Sebagai perbandingan, erupsi dahsyat Krakatau pada 1883 yang menggelapkan Bumi berada di angka 200 megaton, sedangkan nuklir terbesar yang diledakkan manusia berada di angka 57 ton

Dengan ukuran 340 kaki, Apophis berukuran lebih besar dari tiga lapangan sepak bola.

Mengutip Dailymail.co.uk, Apophis ditemukan pada 19 Juni 2004 oleh astronom di Kitt Peak National Observatory di Arizona.

Asteroid yang dinamakan berdasarkan Dewa Kekacauan atau God of Chaos dari Mesir Kuno ini diprediksi berada dalam jalur mendekati Bumi. Peneliti mengungkap ada sedikit kemungkinan terjadinya skenario tabrakan antara asteroid dengan Bumi pada 2068.

Observasi yang dilakukan pada awal tahun ini menggunakan Teleskop Subaru di Hawaii. Teleskop memberikan gambaran yang lebih baik pada para astronom tentang bagaimana efek Yarkovsky mempengaruhi jalur orbit asteroid 99942 Apophis.

Efek ini seperti sistem propulsi bawaan untuk asteroid, di mana jumlah jejak radiasi yang bocor dapat mengubah momentum objek di luar angkasa. Hal ini menyebabkan objek bisa sedikit menyimpang dari jalur yang dipilih oleh gravitasi.

"Tanpa memperhitungkan pergeseran Yarkovsky, Apophis masih merupakan objek yang mengancam, hanya saja tidak pada tahun 2068. Dengan memperhitungkan Yarkovsky, skenario dampak 2068 masih berlangsung. Kecil, tapi bukan nol," kata astronom dan salah satu penulis laporan Dave Tholen.

Analisis baru akan menghasilkan risiko ancaman yang direvisi untuk Apophis. Akan tetapi, Tholen mengatakan perhitungan ini harus dikaji secara teliti karena akan ada variabel lain yang perlu dipertimbangkan dilansir Gizmodo.

Tholen mengatakan peluang hantaman asteroid dengan Bumi terus berubah beriringan dengan pemahaman yang lebih baik tentang jalur perjalanan asteroid.(*)

 Sumber : cnnindonesia.com /  Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]