Padang Urutan ke 7 dari 23 Kota yang Alami Inflasi di Sumatera


Senin, 02 November 2020 - 12:46:33 WIB
Padang Urutan ke 7 dari 23 Kota yang Alami Inflasi di Sumatera Kepala BPS Sumbar, Pitono.

HARIANHALUAN.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mengungkapkan pada Oktober 2020 Kota Padang mengalami inflasi 0,59 persen, sedangkan Kota Bukittinggi 0,75 persen. Secara nasional juga mengalami inflasi 0,07 persen, namun hal ini tidak signifikan.

Kepala BPS Sumbar, Pitono memaparkan, inflasi tahun ke tahun Kota Padang 0,88 persen dan Kota Bukittinggi 1,25 persen. Dari 24 Kota se-Sumatera, sebanyak 23 Kota diantaranya mengalami inflasi dan 1 (satu) Kota mengalami deflasi.

"Inflasi tertinggi berada di kota Sibolga sebesar 1,04 persen. Terendah ada di kota Bengkulu 0,02 persen. Sedangkan deflasi ada di kota Pangkal Pinang sebesar 0,32 persen," terang Pitono, Senin (2/11/2020).

Pitono menyebutkan, dari 90 Kota yang berada pada angka nasional. Sebanyak 60 Kota diantaranya mengalami inflasi, dan 24 Kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi dipegang Kota Sibolga 1,04 persen, dan inflasi terendah ada dibeberapa kota adalah DKI, Cirebon, Bekasi dan Jember 0,01 persen.

Defalsi tertinggi ada di Manukwari 1,81 persen, sedangkan deflasi terendah ada di kota Surabay 0,02 persen.

"Kalau kita lihat urutannya, kota Padang berada di urutan ke 7 dari 23 kota inflasi di Sumatera. Sedangkan, Bukittinggi urutan ke 4 dari 23 kota di Sumatera. Secara nasional Padang berada diurutan 8 dari 66 kota inflasi di Indonesia, sedangkan Bukittingi berada diurutan ke 5 dari 66 kota inflasi Indonesia," sebut Pitono.

Lebih lanjut, kata Pitono, jika dilihat perkembangannya terjadi fluktuasi namun Kota Padang dan Bukittinggi mengalami fluktuasi yang tidak rendah lalu bergejolak. Untuk bulan September dan Oktober dua kota ini mempunyai pola yang sama.

"Jadi ada peningkatan dari September dari deflasi menjadi inflasi. Begitu juga di kota Bukittinggi dari deflasi ke inflasi, jadi polanya sama cuma angkanya saja yang berbeda," ujar Pitono.

Jika dilihat dari kelompok makanan, minuman dan tembakau, kata Pitono, Kota Padang mengalami inflasi begitu juga Bukittinggi. Dari kelompok 11 kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi beberapa saja, yaitu perumahan, air, listrik, bahan makan rumah tangga.

"Kota Padang dan Bukittingi sama-sama mengalami deflasi masing-masing 0,07 persen dan 0,03 persen. Di transportasi hanya Padang mengalami inflasi 0,58 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya Padang dan Bukittingi sama deflasi 0,53 dan 0,73 persen," tukasnya. (*)

Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]