Inilah 10 Komoditas Pemacu Inflasi di Kota Padang


Senin, 02 November 2020 - 13:26:09 WIB
Inilah 10 Komoditas Pemacu Inflasi di Kota Padang Dok akuratnews

HARIANHALUAN.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar membeberkan ada 10 (sepuluh) komoditas yang dominan mendorong dan menghambat terjadinya inflasi di Kota Padang. Komoditas yang mendorong, pertama cabai merah yang mengalami perubahan harga 73,35 persen.

"Andil cabai merah ini cukup besar 0,53 persen. Jadi terlihat bahwa masyarakat Padang banyak membutuhkan cabai merah," kata Kepala BPS Sumbar, Pitono, Senin (2/11/2020).

Pitono mengatakan, perguruan tinggi mengalami perubahan harga 3,54 persen dengan andil 0,10 persen, petai perubahan harga 49,18 persen dan andil 0,08 persen, cabai hijau 17,15 persen dan andilnya 0,001 persen, bawang merah perubahan harga 2,68 persen dan andilnya 0,01 persen.

Mobil perubahan harganya 0,45 persen dan andil 0,01 persen, ikan gambolo atau aso-aso perubahan harganya 61,16 persen dan andilnya 0,01 persen, kangkung perubahan harga 53,1 persen dan andilnya 0,01 persen, minyak goreng perubahan harga 0,90 persen dan andil 0,01 persen, jeruk perubahan harganya 1,07 persen dan andilnya 0,01 persen.

"Sedangkan 10 komoditas penghambat inflasi, angkutan udara mengalami perubahan harga -6,42 persen dan andilnya -0,10 persen, emas perhiasan -2,52 persen dan andilnya -0,04 persen, ayam hidup -5,49 persen dan andlinya -0,01 persen," rinci Pitono.

Telur ayam bras mengalami perubahan harga  -51,3 persen dan andilnya -0,01 persen, kentang perubahan harganya -2,94 persen dan andilnya -0,01 persen, pepaya perubahan harganya -4,80 persen dan andilnya -0,01 persen, listrik -0,20 persen dan andilnya -0,01 persen.

"Tomat mengalami perubahan harga -38,6 persen dan andilnya -0,01 persen, wartel juga mengalami perubahan harga -7,40 persen dan -0,01 persen, udang pasa -1,51 persen dan andilnya -0,01 persen," papar Pitono.

Untuk komoditas yang mendorong inflasi di Kota Bukittingi, Pitono merinci, cabai merah mengalami perubahan harga cukup signifikan 47,51 persen dengan andil 0,47 persen, jeruk 17,99 persen dan andil 0,13 persen, daging ayam bras 2,59 persen dengan andil 0,04 persen.

Cabai hijau perubahan harganya 39,90 persen dengan andil 0,04 persen, rokok kretek filter 1,06 persen dan 0,03 persen, petai perubahan harganya 15,77 persen dan andil 0,02 persen, buncis 39,9 persen dengan andil 0,02 persen, bawang merah 2,86 persen dan andil 0,01 persen.

"Ikan tonggol atau ikan ambu-ambu mengalami perubahan harga 1,53 persen dengan andil 0,01 persen, ikan teri perubahan harga 4,19 persen dan andil 0,01 persen," sebut Pitono.

Sedangkan penghambatnya, lanjut Pitono, ada lima terbesar. Pertama adalah emas dengan perubahan harga -2,36 persen dan andil -0,02 persen, telur ayam bras perubahan harga -1,61 persen dan andil -0,01 persen, kentang -2,64 persen dengan andil -0,01 persen.

"Jengkol perubahan harganya -5,94 persen dengan andil 0,01 persen, dan belut -1,71 persen dengan andil -0,01 persen," tukasnya. (*)

Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]