Bisnis Media Tanam, Usaha yang Tumbuh Bersemi di Tengah Pandemi


Selasa, 03 November 2020 - 08:49:07 WIB
Bisnis Media Tanam, Usaha yang Tumbuh Bersemi di Tengah Pandemi Usaha penyediaan tanah media tanam.

HARIANHALUAN.COM - Begitu banyak usaha kecil menengah yang harus meregang nyawa di tengah pandemi Covid-19 yang melanda hampir setengah belahan dunia saat ini. 

Banyak karyawan yang dengan keterpaksaan harus menerima surat pemutusan kerja. Pandemi Covid-19 memang bak tsunami yang datang meluluhlantakan segala sendi kehidupan.

Baca Juga : Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Kapal Mati Mesin dan 4 Nelayan dengan Selamat

Namun di balik situasi itu, setidaknya masih ada usaha yang mencoba bertunas dan tumbuh, serta bertahan memberikan dampak ekonomi terhadap lingkungannya.

Adalah Afrina (38), warga Dusun Simpang, Desa Kolok Mudik, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, bersama sang suami Irwan Satria (40) membuka usaha penyediaan tanah media tanam. Usaha tanah yang terdiri dari humus, pupuk kandang, dan sekam itu, justru banyak diminati masyarakat di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Setidaknya 60 hingga 70 karung tanah subur tersebut dipesan masyarakat dari berbagai desa dan kelurahan.

Baca Juga : Awal Maret 2021, Harga Bawang Putih dan Merah Turun di Pasar Raya Padang

"Alhamdulillah, setiap hari ada 60 hingga 70 karung tanah yang dipesan," ungkap wanita yang akrab disapa Rina tersebut kepada Haluan, Selasa (3/11). Sayangnya, lanjut Rina, tanah humus sebagai bahan utama harus didatangkan dari luar Sawahlunto, pembeliannya dengan truk colt diesel.

"Saat ini kami baru mampu membeli setengah colt diesel, dengan harga Rp900 ribu," ungkap Rina.
Setengah truk colt diesel seukuran 5 kubik itu, Rina dan Irwan yang mencampurnya dengan pupuk kandang dan sekam, mampu menghasilkan hingga 250 karung tanah media tanam.

Baca Juga : Harga Emas Antam Tinggalkan Level Tertinggi, Bikin 'Senam Jantung'

Untuk penjualan, satu karung siap terima di tempat, Rina dan Irwan membanderolnya Rp10 ribu.
Dengan demikian, omset yang mampu dihimpun keluarga yang melibatkan beberapa tetangga dalam usaha mereka tersebut, minimal Rp600 ribu dalam sehari.

Rina bersama Irwan menuturkan, awal mula usaha yang mereka bangun tersebut bersamaan dengan kedatangan Covid-19. 
"Awalnya ada yang minta carikan tanah untuk media tanam. Waktu itu kami carikan dari tempat pembuangan sampah," ujarnya. 

Baca Juga : Bika Bakar, Makanan Tradisional di Padang yang Bertahan hingga Kini

Namun kemudian, pesanan terus mengalir, Rina dan Irwan pun tidak mau menolak. Namun dia mencari kenalan dalam penyediaan tanah humus.
"Pucuk dicinta, ulam oun tiba. Pasokan tanah humus kami dapatkan, sekampun juga begitu. Termasuk pupuk kandang yang memang sudah ada," kenang Rina.

Rina dan Irwan masih terhalang modal dalam mendatangkan tanah dari pemasoknya. Paling banyak setengah truk colt diesel pemesanan tanah humus yang bisa dibeli dengan modal yang dimiliki. 

Menurut Rina dan Irwan untuk memenuhi permintaan, mereka harus menambah pasokan tanah humus. Sayangnya keterbatasan modal, membuat mereka harus bersabar menahan diri. 

Sebelumnya Rina sempat mengajukan bantuan presiden (Banpres), dengan melengkapi persyaratan. Namun, Banpres senilai Rp2,4 juta tersebut belum mereka dapatkan.

"Kalau saja kami mendapatkan Banpres, bisa menambah modal unthk beli tanah humus," karap Rina dan Irwan.
Kini bersama anak dan beberapa tetangganya, setiap hari Rina dan Irwan menyediakan tanah media tanam bagi warga. 
Tidak pernah putus, entah efek dari 'di rumah aja' yang membuat banyak kaum wanita menanam bunga dan sayur.

"Atau memang sudah jalan rezeki kami dari Allah SWT. Mudah-mudahan terus mengalir permintaan tanahnya," tambahnya.(*)
 

Reporter : Fadilla Jusman | Editor : Nova Anggraini
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]