Swab Test di Sumbar Gratis, IP: Testing Normal Bisa 1.000 Spesimen


Rabu, 04 November 2020 - 18:23:10 WIB
Swab Test di Sumbar Gratis, IP: Testing Normal Bisa 1.000 Spesimen Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. Ist

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Parlemen Remaja (Parja) merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal DPR-RI sebagai wadah memberikan pembelajaran politik kepada generasi muda, khususnya pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat.

Kegiatan ini bertujuan untuk memasyarakatkan fungsi dan peranan DPR serta memberikan pemahaman akan pembuatan kebijakan publik oleh DPR. Parja 2020 mengusung tema "Gotong-royong Menghadapi Pandemi Covid-19, Optimis Bisa".

Baca Juga : Sekitar 16 Sepeda Motor Disita Polisi di Jalanan Pesisir Selatan

Pada kesempatan ini, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno memberikan pembekalan terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Sumbar kepada para peserta Parlemen Remaja secara virtual dari ruang kerjanya Kantor Gubernur, Padang, Rabu (4/11/2020).

Irwan Prayitno mengatakan, Covid-19 datang ke dunia datang secara secara tiba-tiba tanpa ada perencanaan akhirnya semua negara menjadi kewalahan, tentu pemerintah yang punya tanggung jawab untuk mengendalikan Covid-19 ini mengalami kesulitan karena Covid-19 datang mendadak langsung meledak dan obatnya belum ketemu, vaksinnya belum ketemu sampai sekarang.

Baca Juga : Rugi Rp3,4 Miliar, PT Balairung Diragukan Keberlangsungan Operasionalnya

"Tentunya sebagai pemerintah berpikir dan bekerja untuk mengatasi bagaimana cara menghadapi Pandemi Covid-19 ini. Beda dengan parlemen ia tidak bekerja secara eksekutif, parlemen hanya mengawas, mengontrol semua kebijakan dari pemerintah," sebut Irwan.

Pandemi Covid-19 sangat berdampak besar terhadap ekonomi Indonesia, termasuk di provinsi Sumbar. Banyaknya orang yang menganggap Covid-19 konspirasi global berpengaruh terhadap tingginya kasus positif corona.

Baca Juga : Mahyeldi: Tugas Tim Penggerak PKK Membantu Kesuksesan Bupati/Walikota

"Di seluruh Indonesia masalah penanganan Covid-19 hampir sama, yakni edukasi tentang Covid-19 terhadap masyarakat kurang. Saya tidak heran terhadap hasil survei itu bahwa banyak masyarakat tidak percaya Covid-19," ungkap Irwan Prayitno.

Akibat banyaknya masyarakat yang tak percaya Covid-19 sehingga tak mematuhi protokol kesehatan. Pemerintah Sumbar menyiasati hal itu dengan menambah pengetesan (testing) spesimen pada warga Sumbar.

Baca Juga : BPC HIPMI Kota Solok Puji Sosok Brian yang Memiliki Jaringan Luas

"Semuanya masyarakat yang ikut swab test kita gratiskan. Akibatnya banyak masyarakat mengikuti swab test. Testing normal saja di Sumbar sekitar 1.000 spesimen. Kini pihaknya melakukan 5.000 spesimen sehari," ucapnya.

Dalam penanganan Covid-19 di Indonesia pemerintah tidak perlu dilakukan ketentuan lockdown yang akan mengorbankan kehidupan masyarakat. Ia juga menyebutkan banyak upaya yang dilakukan pemerintah agar penyebaran virus tak meluas. Salah satunya dengan cara Pembatasan sosial berskala Besar (PSBB) yaitu semi lockdown, boleh keluar beraktivitas tapi harus mengikuti aturan protokol Covid-19.

"Di Sumbar juga pernah PSBB selama tiga bulan yang menghabiskan biaya sekitar satu triyun lebih, untuk bantuan sosial, untuk bantuan yang terdampak, yang terkena Covid dan lain sebagainya yang menimbulkan kemiskinan bertambah dan pengangguran meningkat," jelas Irwan Prayitno.

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]