IDAI: Penggunaan EUA Harus Perhatikan Keamanan, Khasiat, dan Mutu


Sabtu, 07 November 2020 - 12:28:27 WIB
IDAI: Penggunaan EUA Harus Perhatikan Keamanan, Khasiat, dan Mutu Ilustrasi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah meyakini bahwa Indonesia membutuhkan segara kehadiran vaksin Covid-19 guna mengatasi pandemi yang berdampak pada kehidupan rakyat Indonesia.

Rencana pemerintah dalam menghadirkan vaksin tersebut terus menjadi sorotan masyarakat terutama di sisi keamanannya.

Baca Juga : Begini Cara Ampuh Mencegah Penyebaran Covid-19

Terlebih lagi dalam situasi pandemi, menurut WHO diizinkan badan regulator setempat untuk mengeluarkan izin penggunaan darurat baik untuk obat, alat kesehatan maupun vaksin atau dikenal dengan emergency use authorization (EUA) untuk mempercepat penanganan Covid-19.

Menjadi pertanyaan mengapa pemerintah perlu mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19?.

Baca Juga : Daun Pepaya Disebut Bisa Cegah Penyakit Malaria, Ini Faktanya

Terdapat beberapa alasan mendasar bagi pemerintah untuk mengeluarkan izin penggunaan darurat, antara lain karena kondisi pandemi yang membutuhkan ketersediaan vaksin dengan cepat dan tidak ada atau terbatasnya pilihan vaksin untuk pencegahan penyakit yang menjadi pandemi.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. dr. Cissy Rachiana Sudjana Prawira-Kartasasmita menjelaskan bahwa semenjak pemerintah mendeklarasikan Indonesia terkena Pandemi Covid-19 pada ada awal Maret lalu, jumlah kasus COVID-19 terus meningkat sampai saat ini.

Baca Juga : Bisa Menguatkan Tulang, Ini 7 Manfaat Selada untuk Kesehatan

Usaha untuk menurunkan atau memutus rantai penularan telah dilaksanakan. Namun masyarakat masih banyak yang tidak patuh melaksanakan protokol kesehatan dan masih senang berkumpul dan tidak menghindari kerumunan.

Oleh karena itu dibutuhkan usaha lain untuk mengurangi transmisi virus yaitu dengan vaksin. Indonesia membutuhkan vaksin untuk melindungi rakyatnya terhadap penularan virus SARS-CoV-2 atau lebih dikenal dengan COVID-19.

Baca Juga : Studi: Konsumsi Bawang Putih dan Jahe Bisa Kurangi Risiko Kanker

“Secara normal pengembangan suatu vaksin baru memerlukan waktu lama, namun WHO memperbolehkan adanya percepatan pengembangan vaksin Covid-19 karena kebutuhan yang mendesak saat pandemi,“ ujar Prof Cissy dalam acara Izin Penggunaan Darurat Vaksin Dapat Dikeluarkan Dengan Perhatikan Keamanan, Khasiat, dan Mutu bersama Jurnalis Ubah Laku, kemarin.

Sebagaimana telah disebutkan, salah satu cara percepatan yang diperbolehkan adalah dengan adanya Izin Penggunaan Darurat atau EUA. Izin itu diberikan oleh badan regulator di negara masing-masing, untuk Indonesia itu berarti Badan POM.

"Penting diketahui juga persetujuan darurat itu hanya untuk pemakaian terbatas di saat pandemi dan EUA bukanlah izin edar. Tentunya EUA harus perhatikan aspek keamanan, khasiat dan mutu," tambah Prof Cissy.

Profesor yang juga merupakan Ketua Satgas Imunisasi IDAI ini menambahkan bahwa Izin Penggunaan Darurat yang diberikan oleh badan regulator mempertimbangkan rasio kemanfaatan dan risiko, berdasarkan seluruh data mutu, non klinik dan klinik serta risiko kondisi kesehatan masyarakat yang ditimbulkan penyakit.

Selain itu juga data uji klinik untuk memastikan keamanan dan khasiat serta mutu vaksin untuk digunakan masyarakat.

“Menurut WHO syarat sebuah vaksin dapat diberikan EUA adalah minimal 50 persen relawan sudah divaksinasi secara penuh dan terus dipantau selama 3 bulan setelah suntikan terakhir. Hal tersebut juga berlaku untuk vaksin jadi yang di import,“ imbuh Prof Cissy.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi I BPOM Togi Hutadjulu menjelaskan bahwa pengambilan keputusan pemberian izin penggunaan darurat harus dilakukan dengan pertimbangan kemanfaatan yang lebih tinggi dari risikonya. Keputusan diambil berdasarkan hasil evaluasi data keamanan dan khasiat vaksin.

Proses evaluasi keamanan dan khasiat kandidat vaksin melibatkan Tim Komite Nasional Penilai Obat yang terdiri atas para ahli farmakologi, klinisi, dan pakar bidang terkait lain.

"Jika berdasarkan hasil evaluasi vaksin dinyatakan telah memenuhi syarat keamanan, khasiat, dan mutu, maka BPOM dapat memberikan persetujuan penggunaan kategori EUA," katanya. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 01 Maret 2021 - 02:36:42 WIB

    Begini Cara Ampuh Mencegah Penyebaran Covid-19

    Begini Cara Ampuh Mencegah Penyebaran Covid-19 Kepolisian Negara Republik Indonesia terus mengampanyekan protokol kesehatan kepada masyarakat seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan..
  • Ahad, 28 Februari 2021 - 23:09:45 WIB

    Daun Pepaya Disebut Bisa Cegah Penyakit Malaria, Ini Faktanya

    Daun Pepaya Disebut Bisa Cegah Penyakit Malaria, Ini Faktanya Daun pepaya banyak diolah dan dikomsumsi menjadi tumisan atau menu olahan lainnya seperti buntil yang lezat. Tumbuh subur di daerah tropis, daun pepaya menyimpan banyak khasiat yang baik untuk tubuh..
  • Ahad, 28 Februari 2021 - 22:36:47 WIB

    Bisa Menguatkan Tulang, Ini 7 Manfaat Selada untuk Kesehatan

    Bisa Menguatkan Tulang, Ini 7 Manfaat Selada untuk Kesehatan Selada air adalah sayuran hijau yang memiliki ciri-ciri batang berongga dengan daun lonjong bertangkai. Biasanya selada air dimakan mentah atau dimasak menjadi tumisan. Selada air menyimpan banyak nutrisi yang baik untuk t.
  • Ahad, 28 Februari 2021 - 19:40:01 WIB

    Studi: Konsumsi Bawang Putih dan Jahe Bisa Kurangi Risiko Kanker

    Studi: Konsumsi Bawang Putih dan Jahe Bisa Kurangi Risiko Kanker Risiko kanker ternyata bisa dikurangi dengan mengonsumsi bawang putih dan jahe. Pasalnya, kedua bahan alami tersebut mengandung efek anti-oksidan dan anti-inflamasi. Hal ini terungkap dari sebuah studi yang jurnal diterbitk.
  • Ahad, 28 Februari 2021 - 18:50:24 WIB

    Ini Alasan Menkes Lebih Memilih Sinovac Cs untuk Vaksinasi

    Ini Alasan Menkes Lebih Memilih Sinovac Cs untuk Vaksinasi Salah satu ketentuan vaksinasi mandiri atau gotong royong adalah menggunakan jenis vaksin di luar 4 vaksin yang dipakai dalam vaksinasi program. Apa alasan pemerintah memilih 4 vaksin tersebut?..
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]