Pekerja Sumbar Masih Didominasi Lulusan SD ke Bawah Sekitar 33,25 Persen


Sabtu, 07 November 2020 - 13:24:00 WIB
Pekerja Sumbar Masih Didominasi Lulusan SD ke Bawah Sekitar 33,25 Persen Dok suara.com

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat karakteristik penduduk bekerja di provinsi itu. Dilihat dari penduduk bekerja di atas 5 jam ada 1,57 juta orang. Sedangkan penduduk yang bekerja 1 jam sampai 34 jam hanya 1 juta orang atau 39,02 persen.

"Sebagian besar penduduk bekerja yaitu sekitar 1,57 juta orang, 6,98 persen merupakan pekerja penuh atau orang bekerja minimal 35 jam per Minggu," sebut Kepala BPS Sumbar, Pitono, dikutip dari Youtube Channel BPS Sumbar, Sabtu (7/11/2020).

Baca Juga : Pelantikan Pemuda Dewan Da’wah Solsel, Jimmi: Gencarkan Dakwah di Medsos, Berantas Hoaks

Menurut tingkat pendidikan, kata Pitono, masih banyak pekerja yang hanya lulusan SD ke bawah sekitar 33,25 persen. Sedangkan dari Universitas hanya 11,96 persen, Diploma I, II, III hanya 3,74 persen, SMK 10,77 persen. Sedangkan SMA yang dipersiapkan untuk melanjutkan sekolah 21,6 persen.

"Jadi sekitar 15,70 persen dari total penduduk pekerja berpendidikan tinggi Diploma ke atas," ujar Pitono.

Baca Juga : Mentawai Jadi Daerah Terakhir yang akan Jemput Vaksin Covid-19 Tahap II

Pitono menambahkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sesuai pendidikan yang paling rendah adalah SD ke bawah 3,58 persen. Namun jika dibandingkan dengan TPT Agustus 2019 mengalami peningkatan karena hanya 2,42 persen pada tahun sebelumnya.

"TPT tertinggi dari Universitas 11,50 persen jika dibandingkan tahun 2019 hanya 8,15 persen sehingga tahun 2020 meningkat. Lagi-lagi penyebabnya adalah pandemi Covid-19," kata Pitono.

Baca Juga : Hutama Karya Tegaskan Tidak Ada Penghentian Proyek Jalan Tol Padang-Pekanbaru, Hanya...

TPT terendah sebesar 3,58 persen terdapat pada pendudukan berpendidikan SD ke bawah. Sedangkan TPT tertinggi pada jenjang pendidikan Universitas 11,50 persen.

Mengenai persentase pekerja formal dan informal, Pitono memaparkan, sekor formal mencangkup kategori berusaha dibantu buruh tetap dan buruh atau karyawan. Sektor informal mencangkup berusaha sendiri, dibantu buruh tidak tetap, bekerja bebas dan tidak dibayar.

Baca Juga : Tiga Ruas Jalan Provinsi Jadi Prioritas, Ini Rinciannya

"Pada Agustus 2018 pekerja informal 63,94 persen, sedangkan pekerja formal sebanyak 36,06 persen. Agustus 2020 pekerja informal menurun sedikit menjadi 62,13 persen, sedangkan pekerja formal meningkat sedikit menjadi 37,87 persen," papar Pitono.

Sementara Agustus tahun 2020 pekerja informal naik menjadi 66,28 persen. Sedangkan pekerja formalnya mengalami penurunan menjadi 33,72 persen.

Tingkat Pengangguran Terbuka berdasarkan provinsi, sambung Pitono, tertinggi tercacat di provinsi DKI 10,90 persen, TPT terendah di Sulawesi Barat hanya sebesar 3,32 persen.

Pada tahun 2020, Sumatera Barat hanya 6,88 persen yang berada dibawah nasional dengan standar 7,07 persen.

Lebih lanjut, kata Pitono, terhadap perkembangan Covid-19 ada 4,02 juta orang penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19. Maka 27,76 ribu orang sementara tidak bekerja karena dampak virus tersebut. Sementara tidak bekerja dimaksud dirumahkan tetapi tidak di PHK.

"Ada 454,51 ribu orang bekerja dengan pengurangan jam kerja karena dampak Covid-19. Kemudian ada lagi pengangguran sebesar 35,46 ribu orang, ada juga yang bukan angkatan kerja 13,92 ribu orang," ulas Pitono.

Terakhir Pitono melanjutkan, dari total penduduk usia kerja sebanyak 4,02 juta orang persentasenya penduduk usia kerja yang terdanpak Covid-19 sebesar 13,23 persen. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]