Dosen Politeknik ATI Padang Haswan Paparkan Aplikasi QFD untuk Pengembangan Produk


Ahad, 08 November 2020 - 01:00:16 WIB
Dosen Politeknik ATI Padang Haswan Paparkan Aplikasi QFD untuk Pengembangan Produk Dok Politeknik ATI Padang.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Dosen Teknik Industri Agro Politeknik ATI Padang, Haswan memaparkan aplikasi Quality Fuction Development (QFD)-AHP dalam pengembangan mutu produk saat GOSEN (Ngobrol Bareng Dosen) Series 2 melalui aplikasi Zoom Meetings, Rabu (5/11/2020) lalu.

Haswan menjelaskan QFD merupakan suatu metode terstruktur dalam perencanaan dan pengembangan produk yang memungkinkan tim pengembangon produk untuk menetapkan secara jelas keinginan dan kebutuhan pelanggan, mengevaluasi kemampuan produk dan jaso untuk mementukan keinginan dan kebutuhan pelanggan.

Baca Juga : Ngeri! Pendidikan Jarak Jauh Bikin Siswa Kecanduan Gawai

"QFD ini sanggup menekan kepuasan konsumen sampai tingkat 56 persen, jadi sangat signifikan peningkatannya kalau kita lakukan. QFD sebenarnya diciptakan pada tahun 1966 diterapkan untuk proyek pembuatan tangker minyak Mitsubishi Heavy Industries," ungkap Haswan dikutip dari Youtube Channel Politeknik ATI Padang, Minggu (8/11/2020).

Kemudian kata Haswan, pada rentang tahun 1977 sampai 1984 Toyota berhasil menurunkan harga awal produksi Minivans-nya. Begitu juga Dr. Clousing, Xerox tahun 1984, dan penerapan QFD di sejumlah industri manufaktur dan jasa.

Baca Juga : PT Trakindo Serahkan Modul Ajar & Praktik ke Politeknik Negeri Padang

Sekretaris Senat Politeknik ATI Padang itu menyebutkan, tujuan pertama QFD adalah mengenali hubungan antara kebutuhan pelanggan dengan karakteristik teknik. Hubungannya bisa berupa kesanggupan karakteristik teknik dalam memuaskan pelanggan.

Kedua, mengidentifikasi karakteristik produk yang mempengaruhi kebutuhan pelanggan. Ketiga, mengenali korelasi antar karakteristik teknik.

Baca Juga : Tahun 2021, ITP Buka 1.000 Kuota Mahasiswa Baru

Kekuatan dari QFD, kata Haswan, pada penghimpunan suara pelanggan atau kostumer. Kepuasan pelanggan memenuhi atau melebihi harapan pelanggan, harapan pelanggan bisa bersifat umum ataupun samar, harapan pelanggan harus dimaknai secara liberal atau harfiah bukan disesuai dengan keinginan organisasi.

Tahapan pengenalan QFD ada empat tahapan utama, Haswan merinci, perencanaan produk (Product Planning) yaitu menerjemahkan kebutuhan konsumen kodalam kebutuhan teknik, desain produk (Product Design) yaitu menerjemahkan kebutuhan teknik kedalam karakteristik konsumen.

Baca Juga : Politeknik ATI Padang Gelar Webinar Eksistensi Logistik di Masa Pandemi

Perencanaan proses (Process Planning) yaitu mengidentifikasi langkah-langkah dan parameter-parameter proses, kemudian menerjemahkannya kedalam karakteristik proses.

"Perencanaan pengendalian proses (Process-Conirol plaming) yaitu menetapkan atau menentukan metode-metode pengendalian untuk mengendalikan karakteristik proses," ujarnya. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]