Terpukul Covid-19, Norman Sasono Sebut Pergerakan Pariwisata Seperti Era 80-an


Selasa, 10 November 2020 - 17:40:30 WIB
Terpukul Covid-19, Norman Sasono Sebut Pergerakan Pariwisata Seperti Era 80-an Terpukul Covid-19, Norman Sasono Sebut Pergerakan Pariwisata Seperti Era 80-an

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Perwakilan Direktorat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (PSDM Kemenparekraf), Norman Sasono mengatakan, sampai penghujung akhir tahun 2020 hampir semua kendala diseluruh dunia menghadapi tantangan pandemi virus Corona atau Covid-19.

"Pandemi tidak saja berdampak pada kesejahteraan dan kesehatan masyarakat saja. Namun telah terdampak cukup luas terhadap perekonomian hampir seluruh negara dunia," kata Norman saat kegiatan Uji Public Penyusunan Dokumen Analisis Supply and Demand Tenaga Kerja Pariwisata (Bidang Hotel, Restoran, Travel Services, Destinasi, SPA dan Events) di Hotel Inna Muara Padang, kemarin.

Baca Juga : Asyiknya Wisata di Moosa Edufarm: Mengenal Sapi Wagyu Penghasil Daging Termahal di Dunia

Menurut Norman, kondisi ini akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang lebih masif. Salah satu yang sangat terpukul adalah sektor pariwisata. Karena erat kaitannya dengan aktivitas dan pergerakan manusia dilingkungan sehari-harinya.

"Ini terdampak terhadap wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Kalau kita lihat kebelakang jauh sebelum pandemi merebak kinerja sektor pariwisata memberikan gambaran yang cukup melebihi target," sebut Norman.

Baca Juga : Lari Pagi Bersama Sandi Uno, Audy Joinaldy Bahas Strategi Pengembangan Pariwisata Sumbar

Norman merinci, jika dilihat kunjungan wisatawan mancanegara dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Sebagai contoh tahun 2017, jumlah wisatawan yang datang berkunjung ke Indonesia sebanyak 14 juta kunjungan.

"Angka tersebut meningkat ditahun 2018 terjadi 14,8 kunjungan. Akhir tahun 2019 meningkat lagi menjadi 16,1 juta kunjungan," ujar Norman.

Baca Juga : Khusus Januari-Februari, Emersia Hotel Batusangkar Beri Paket Khusus Spesial Deal Rindu

Begitu juga terhadap kunjungan wisatawan nusantara. Dari data BPS jumlah wisatawan nusantara tahun 2017 270 juta perjalanan, kemudian meningkat ditahun 2018 menjadi 303 juta kunjungan. Kemungkinan pergerakan ditahun 2019 jumlah kunjungan wisatawan akan semakin meningkat.

Lebih lanjut, kata Norman, sementara itu sisi kinerja ekonomi wisata juga memberikan peningkatan yang cukup menggembirakan. Berdasarkan data BPS dilihat sesuai neraca satelit nasional, jumlah kunjungan wisman 2017 sebanyak 14 juta perjalanan mampu meraup devisa Rp198 triliun.

Baca Juga : Tiket Masuk Wisata Pantai Gandoriah Bakal Mulai Gunakan Sistem Elektronik

"Sementara dari pengeluaran wisatawan nusantara mencapai Rp253 triliun," ucap Norman.

Sedangkan Nilai Tambah Bruto (NTB) yang dihasilkan dari kegiatan wisata cukup berkontribusi terhadap sektor PRDB Nasional, total dari NTB Nasional hampir Rp536 triliun atau sekitar 14,11 persen dari NTB Nasional yang berjumlah Rp13.000 triliun.

Semetara itu penyerapan tenaga kerja dari sektor pariwisata, kata Norman, cukup memberikan angka yang menggembirakan sebanyak 12,74 juta orang. Kemudian meningkat menjadi sekitar 13,85 juta orang pada tahun 2018. Tahun 2019 menjadi 14,96 juta orang.

"Namun Januari-Maret pada kuartal pertam hingga saat ini jumlah kunjungan wisatawan Indonesia sepertinya mulai berkembangan seperti awal tahun 80-90 an. Januari-September wisman hanya 3,5 juta orang. Ini turun dratis 70,5 persen dibandingkan periode yang sama ditahun 2019 mencapai 12,1 juta oranh," tukasnya. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]