Deretan Kabar Baik & Kabar Buruk dari Vaksin Covid-19


Rabu, 11 November 2020 - 07:46:02 WIB
Deretan Kabar Baik & Kabar Buruk dari Vaksin Covid-19 Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Warga Bumi sedang menanti vaksin Covid-19 ditemukan untuk mengakhiri pandemi corona dan hidup normal lagi. Saat ini ada kabar baik dan kabar buruk tentang vaksin Covid-19.

Kabar baiknya datang dari vaksin Covid-19 yang dikembangkan Pfizer dan BioNTech. Menurut data awal uji klinis fase akhir vaksin ini efektif menangkal virus Covid-19 hingga lebih dari 90% tanpa efek samping berbahaya.

Baca Juga : Motor Nekat Masuk Tol, Siap-siap Kena Sanksi Rp500 Ribu

Data ini cukup menggembirakan karena sebelumnya memperkirakan efektivitas vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan hanya 75%. Sebelumnya penasihat kesehatan Gedung Putih Anthony Fauci bilang vaksin dengan efektivitas minimal 50-60% yang bisa diterima manusia.

"Hasil pertama dari uji klinis fase tiga uji vaksin mengindikasikan kemampuan vaksin kami untuk mencegah Covid-19," ujar CEO Pfizer Albert Bourla seperti dikutip dari CNBC International, Rabu (11/11/2020).

Baca Juga : Waspada! Varian Baru Mutasi Ganda B1617 dari India Telah Menyebar ke 5 Negara

Kabar buruk datang dari vaksin Covid-19 Sinovac Biontech. Brasil menangguhkan uji vaksin CoronaVac. Uji klinis ini ditangguhkan sejak 29 Oktober 2020 dengan alasan adanya insiden merugikan yang serius.

Otoritas kesehatan Brasil, Anvisa tak merinci apa itu insiden yang merugikan karena alasan aturan privasi. Namun penghentian ini merupakan langkah mundur dalam pengembangkan vaksin.

Baca Juga : Polsek Pacet Rangkul Pedagang Keliling jadi Duta Masker

Direktur Instituto Butantan Sao Paulo Dimas Covas menduga penangguhan ini dikarenakan ada salah satu relawan yang meninggal tetapi "kematian itu tidak terkait dengan vaksin" sehingga ia heran atas keputusan Badan Kesehatan Brasil Anvisa.

"Ada lebih dari 10.000 relawan [vaksin] saat ini, kematian dapat terjadi ... Ini adalah kematian yang tidak ada hubungannya dengan vaksin dan karena itu bukan saatnya untuk menghentikan uji coba," kata Dimas Covas, seperti dikutip dari Reuters.

Baca Juga : Rusia Siap Pasok 20 Juta Dosis Vaksin Sputnik Buat Vaksinasi Mandiri

Kasus relawan vaksin Covid-19 Brasil meninggal bukan kali ini saja. Pada Akhir Oktober 2020, seorang relawan vaksin AstraZeneca dikabarkan meninggal dunia. relawan adalah seorang dokter yang menangani Covid-19. Setelah diselidiki ternyata ia tak mendapatkan vaksin tetapi plasebo.(*)

Editor : Nova Anggraini | Sumber : CNBCindonesia
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]