Ketua Aptekindo: Melalui Model TF-6M, Mahasiswa PNP Bisa Berperan Jadi Karyawan dan Dosen


Rabu, 11 November 2020 - 10:58:17 WIB
Ketua Aptekindo: Melalui Model TF-6M, Mahasiswa PNP Bisa Berperan Jadi Karyawan dan Dosen Ketua I Asosiasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Indonesia (Aptekindo), Dadang Hidayat Martawijaya. Dok PNP

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Dalam model Teaching Factory/TF-6M, mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) bisa saja berperan sebagai karyawan dan dosen sebagai konsultan. Kemungkinan jam kerjanya pun disesuaikan dengan dunia kerja industri.

Hal itu dikarenakan Model TF-6M adalah model pembelajaran dengan pendekatan teaching factory yang dipadukan dengan pengembangan jiwa entrepreneur bagi peserta didik sehingga mereka dapat mencapai kopetensi keahlian disertai dimilikinya karakter entrepreneur.

Baca Juga : Ngeri! Pendidikan Jarak Jauh Bikin Siswa Kecanduan Gawai

Itu diungkapkan Ketua I Asosiasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Indonesia (Aptekindo), Dadang Hidayat Martawijaya dalam kegiatan Pemilik Hak Cipta TF-6M dalam Co-Workingspace Pengembangan Inovasi Akademik Berbasis Industri (Teaching Factory) yang digelar secara online dan offline di Ruang Pertemuan Jurusan Teknik Mesin PNP, baru-baru ini.

Dadang memaparkan, model pembelajaran Teaching Factory 6 M adalah model pembelajaran teaching factory yang dimodifikasi dengan 6 langkah, dilaksanakan dalam blok waktu dengan cara memberi mahasiswa pengalaman langsung suasana industri kampus dalam upaya mencapai kompetensi belajarnya pada mata kuliah produktif suatu kompetensi keahlian program studi baik yang bersifat memproduksi maupun jasa.

Baca Juga : PT Trakindo Serahkan Modul Ajar & Praktik ke Politeknik Negeri Padang

Dadang menyarankan agar di akhir perkuliahan yang menggunakan model TF- 6M, mahasiswa sudah terjamin memiliki kemampuan vokasional yang standar, berjiwa intrepreuneur, memiliki prakarya intrepreuneur berbasis gladi web atau gladi peta.

Menurut Dosen Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini, dosen dan mahasiswa harus sepakat tentang perubahan manajemen/iklim kampus menjadi manajemen/iklim industri, kebijakan Kepala Sekolah yang mendukung, sekolah harus dilengkapi sarana praktik yang terstandar, danproses Model TF-6M harus dilaksanakan dalam blok waktu yang cukup dan sekaligus sebagai Praktik Kerja Industri (Prakerin).

Baca Juga : Tahun 2021, ITP Buka 1.000 Kuota Mahasiswa Baru

"Selain itu tiga unsur yang terlibat dalam proses pembelajaran Model TF-6M yaitu, mahasiswa yang memerankan sebagai pekerja, dosen yang berperan sebagai asesor, konsultan, fasilitator dan sekaligus sebagai penanggung jawab keseluruhan program pembelajaran, dan Pemberi/pemilik order baik dari industri, dari perseorangan atau dari perguruan tinggi sendiri," tutupnya. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]