APBD Sumbar 2021 Fokus Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Kesehatan Hadapi AKB


Rabu, 11 November 2020 - 13:38:58 WIB
APBD Sumbar 2021 Fokus Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Kesehatan Hadapi AKB Suasana rapat paripurna DPRD Sumbar.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar menyampaian nota pengantar rancangan peraturan daerah tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD 2021). Tahun anggaran 2021 merupakan tahun terakhir pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021.

"Program yang dilaksanakan pada tahun 2021 merupakan kesinambungan pelaksanaan 10 prioritas unggulan yang telah ditetapkan dalam RPJMD Provinsi Sumatera Barat 2016-2021," kata Alwis, kemarin.

Baca Juga : Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi di Perairan Mentawai, Ini Pesan BMKG

Disamping merampungkan prioritas tersebut, kata Alwis, RPJMD 2016-2021 titik fokus RAPBD 2021 diarahkan untuk penanganan kesehatan mengahadapi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang dikenal dengan New Normal.

"Begitu juga fokus program pada Pemulihan Ekonomi yang menyentuh langsung kepada masyarakat terdampak Covid-19 serta penanganan dampak sosial dalam bentuk jaringan pengaman sosial atau berupa bantuan tunai pada masyarakat miskin," ujar Alwis.

Baca Juga : Nagari Tandikat Padang Pariaman Harapkan Normalisasi Batang Sani dan Perbaikan Kapalo Banda

Selain itu, mantan Plt Walikota Padang ini merinci, Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2021 direncanakan sebesar Rp2.289.889.031.451 triliun. Pendapatan Tranfer Rp 4.150.917.993 miliar dan lain- lain pendapatan daerah sah Rp 33.038.267.978.

Belanja daerah RAPBD 2021 sebesar Rp6.673.844.982.429. Belanja operasi Rp5.109.931.614.502. Belanja modal Rp 576.952.388.987. Belanja transfer, belanja bagi hasil kepada kabupaten dan kota diperkirakan Rp861.766.359.900.

Baca Juga : Kejadian di Bukittinggi, Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar Diteror OTK!

Belanja bantuan khusus keuangan (BKK) RPABD 2021 direncanakan Rp 40.379.665.651. Belanja tidak terduga Rancangan APBD tahun 2021 Rp84.814.953.389. Silpa tahun 2020 Rp220.000.000.000.

Sedangkan kebijakan pengeluaraan pembiaayaan tahun anggaran 2021 Rp20.000.000.000 dengan rincian penyertaan modal Bank Nagari Rp15.000.000.000 dan Jamkrida Rp5.000.000.000.

Baca Juga : Update Perkembangan Zonasi Covid-19 di Sumbar, Kuning 14 dan Orange 5 Bagian

Hal senada juga disampaikan, Wakil Ketua DPRD Sumbar Irsyad Syafar. Dikatakannya, angka kemiskinan dan pengganguran meningkat tinggi di Provinsi Sumatera Barat, karena terdampak pandemi dialami masyarakat di Provinsi Sumatera Barat.

"Kita akan fokus pada penanganan pandemi covid-19, menanggulangi tenaga kerja terdampak PHK," ujar Irsyad.

Menurut Irsyad, dalam penyusunan APBD perlu memperhatikan dokumen pembangunan daerah. APBD 2021 untuk mengevaluasi sejauh mana tercapainya visi misi kepala daerah.

"Dalam KUA PPAS 2021 disepakati penanganan pandemi covid-19 dan perbaikan ekonomi Sumatera Barat," ujarnya. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]