Hobi Baru saat Pandemi Covid-19, Penjual Layangan Raup Untung Berlipat


Kamis, 12 November 2020 - 09:46:56 WIB
Hobi Baru saat Pandemi Covid-19, Penjual Layangan Raup Untung Berlipat Ilustrasi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi menimbulkan beberapa hobi baru di tengah masyarakat. Seperti bermain sepeda, menanam tanaman hias, hingga bermain layangan. Layangan saat ini kembali menjadi tren di tengah masyarakat saat pandemi terjadi. Tak hanya sekadar bermain melepaskan penat tapi juga menjadi ajang perlombaan dan lahan ekonomi baru.

Banyaknya permintaan layangan di tengah-tengah masyarakat membuat penjual layangan menjamur. Layangan yang dijual memiliki berbagai ukuran, mulai dari yang kecil hingga raksasa. Seperti salah seorang penjual layangan di Kota Padang bernama Syafril (67) yang mengatakan permintaan yang tinggi membuatnya mendapatkan untung besar.

Baca Juga : Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Kapal Mati Mesin dan 4 Nelayan dengan Selamat

"Biasanya saya jadi tukang angkut barang di pasar karena melihat banyak permintaan jadi saya coba juga berjualan layang-layang ini dan ternyata untung," katanya, Kamis (12/11).

Sebelumnya, Syafril menjadi kuli panggul di pasar karena ia melihat banyaknya masyarakat yang bermain layangan membuatnya berinisiatif membuat dan menjual layangan. Ia bercerita, saat memulai menjual layangan, Syafril mengeluarkan modal sekitar Rp 200 ribu untuk membeli bambu, benang, hingga lem.

Baca Juga : Awal Maret 2021, Harga Bawang Putih dan Merah Turun di Pasar Raya Padang

Namun, siapa sangka dari modal yang sedikit ia bisa mendapatkan untuk hingga Rp 500 ribu bahkan lebih. Syafril menjual berbagai ukuran layangan, untuk harga yang kecil ia menjual Rp 10 ribu per lembar. "Harga tergantung ukuran, saya tidak menjual yang besar dan bentuk yang rumit karena harganya akan sangat mahal," sebutnya.

Untuk dapat membuat stok layangannya, Syafril dibantu anaknya yang juga senang bermain layangan. Kemudian, Syafril juga sering mangkal di tepi jalan, hingga tempat-tempat perlombaan. Dalam sehari ia dapat menjual 15-20 lembar layangan berukuran kecil hingga sedang.

Baca Juga : Harga Emas Antam Tinggalkan Level Tertinggi, Bikin 'Senam Jantung'

"Biasanya kalau layangan yang besar dibuat sendiri karena akan banyak model untuk lomba," terangnya.

Menurutnya, pandemi dapat membawa keuntungan baginya karena menjadi lahan baru untuk mendapatkan pemasukan. "Kalau musim layangan habis kertasnya ini bisa dibuka dan rangkanya bisa disimpan," ujarnya.(*)

Baca Juga : Bika Bakar, Makanan Tradisional di Padang yang Bertahan hingga Kini

Reporter : Merinda Faradianti | Editor : Heldi Satria
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]