Azril Azahari: Sumbar Harus Miliki Keunikan Sendiri Jika Ingin Jadi Wisata Kelas Dunia


Kamis, 12 November 2020 - 10:27:31 WIB
Azril Azahari: Sumbar Harus Miliki Keunikan Sendiri Jika Ingin Jadi Wisata Kelas Dunia Salah satu destinasi wisata di Sumbar. Dok kompas travel

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI), Azril Azhari mengatakan pariwisata sudah menjadi ilmu sejak 2008. Ada empat pilar, yakni hospitality, travel, event, dan destination. Bagi perguruan tinggi harus memiliki perkuliahan khusus ilmu pariwisata karena peluangnya untuk lulusan cukup besar.

"Hospitality ada tiga, kami juga tidak pernah menyebut hotel dan restoran, secara teori adanya okomodasi dan lojing. Sekarang sudah banyak apartemen hotel, malah lebih besar ruangnya daripada hotel. Maka okomodasi dan lojing akan bergerak bagus," kata Azril di Padang, baru-baru ini.

Baca Juga : Asyiknya Wisata di Moosa Edufarm: Mengenal Sapi Wagyu Penghasil Daging Termahal di Dunia

Bahkan pihaknya tidak pernah menyebut kuliner tetapi SNB ada food production, entertaiment serve size. Event terdiri dari special event dan bisnis event. Maka saat diperguruan tinggi lebih baik mengajukan prodi special event dan bisnis event.

"Kemudian ada destination dan atraction. Saya menyarankan jangan sekali menterjemahkan atraction sebagai atraksi. Atraction is no atraksi, tapi atraction adalah daya tarik," ujar Azril.

Baca Juga : Lari Pagi Bersama Sandi Uno, Audy Joinaldy Bahas Strategi Pengembangan Pariwisata Sumbar

Ada 5 poin yang harus dilakukan adalah segera perbaiki dan fokus pada kelemahan daya saing pariwisata selama ini yaitu: Healthy & Hygiene, Safety & Security, Environmental Sustainability dan Tourist Service Infrastructure.

"Kita harus berupaya untuk meningkatkan daya tarik pariwisata dengan berfokus pada daya tarik bagi pengunjung sebagai langkah ke enam yang diusulkannya," ujar Azril.

Baca Juga : Khusus Januari-Februari, Emersia Hotel Batusangkar Beri Paket Khusus Spesial Deal Rindu

Karena menurut Azril, pariwisata menguasai alam (nature) guna menikmati keindahan fisik alam (tangible) dan pariwisata selaras dengan alam guna mencari kedamaian batin (spirituality & intangible) guna menikmati kesenangan (enjoy) serta mencari ketenangan diri (serenity).

Selain itu, Azril merinci ada dua atraction terdiri dari unique dan authentic city. Apa yang menjadi keunikan Sumbar dan otentik atau keaslian di Ranah Minang. Ini bisa menjadi dasar "menjual" pariwisata di Sumbar.

Baca Juga : Tiket Masuk Wisata Pantai Gandoriah Bakal Mulai Gunakan Sistem Elektronik

"Saya setuju Sumbar menjadi wisata kelas dunia berbasis budaya dan agama. Ini merupakan suatu keunikan dan keasliannya, sehingga bisa menjadi nilai jual," tukasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar melalui Dinas Pariwisata setempat saat ini sudah membuat Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Ditargetkan Ranah Minang bisa menjadi destinasi wisata kelas dunia berbasis agama dan budaya.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Novrial dalam kegiatan Uji Public Penyusunan Dokumen Analisis Supply and Demand Tenaga Kerja Pariwisata (Bidang Hotel, Restoran, Travel Services, Destinasi, SPA dan Events), di Padang, Senin (9/11/2020).

Novrial menjelaskan, bahwa Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 dan Nomor 23 Tahun 2014 ada kata kunci yang mengatakan bahwa pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) berubah yang dilakukan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]