Lurusan Kekeliruan, Dosen PNP Jelaskan Perbedaan Seni dan Desain


Jumat, 13 November 2020 - 01:09:32 WIB
Lurusan Kekeliruan, Dosen PNP Jelaskan Perbedaan Seni dan Desain Dosen Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP), Taufik Gusman.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Dosen Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP), Taufik Gusman memaparkan terkait desain grafis. Menurut dia, desain bukan berbicara photoshop, corel draw, dan ilustrator. Tetapi desain berfungsi untuk sebuah solusi pemecah masalah yang diaplikasikan.

"Sehari-hari kita juga melihat desain, seperti yang ada dikemasan makanan, sticker mobil. Di jalan juga ada desain grafis lingkungan, seperti marka jalan," kata Taufik dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bertajuk "Seminar Motivasi" melalui Webinar Nasional Desain Poster "Mengembangkan Potensi dan Kreatifitas di Masa Pandemi", dan lomba poster nasional "Mengembangkan Potensi dan Kreatifitas di Masa Pandemi", Kamis (12/11/2020) kemarin.

Maka yang dikatakan desain grafis itu, kata Taufik, sebuah bentuk seni dengan tujuan untuk memecahkan masalah berupa komunikasi melalui kombinasi elemen-elemen, seperti grafis, warna dan lain-lainnya. Dengan harapan visual yang tercipta bisa menjadi sarana informasi.

"Sehingga nanti karya yang dihasilkan dapat membentuk persepsi manusia terhadap sebuah hal," jelas Taufik.

Taufik menegaskan, bahwa seni dan desain berbeda. Seni atau art tersebut fungsinya untuk memecahkan mata penikmat seni, sedangkan desain adalah produknya sebagai media seni yang nantinya akan diproduksi.

"Berbicara pemecahan masalahnya, seni merupakan ide dari seniman, kalau desain bisa menyelesaikan masalah sendiri ataupun klien," sebut Taufik.

Untuk tingkat keahliannya, kata Taufik, semakin tinggi produknya akan semakin tinggi value-ny. Sedangkan keahlian yang dibutuhkan dalam desain adalah keahlian komunikasi problem solving. Namun bukan keahlian yang bisa menguasai photoshop, corel draw.

"Jadi ketika interaksi dengan orang lain, kalau di art bahkan hampir tidak ada, mau suka orang lain atau tidak yang penting dia berkarya dan senang. Kalau desain tidak bisa seperti itu, karena kita harus berinteraksi dengan klien, mereka maunya seperti apa," ujar Taufik.

Adapun produk desain grafis, Taufik merinci, desain grafis identitas visual, desain antar muka (user interface), desain grafis pemasaran dan periklanan, publikasi, motion grafis, desain kemasan, grafis lingkungan, seni dan ilustrasi untuk desain grafis.

Kemudian desain brief, sambung Taufik, ini berupa dokumen untuk proyek desain yang dikembangkan. Dia mengibaratkan desain brief seperti resep makanan, disaat semakin lengkap semakin enak disajikan. Setiap pekejaan desain membutuhkan panduan brief yang unik untuk menghasilkan karya yang tepat.

"Jadi desian brief mengurai cakupan dari ruang lingkup proyeknya, termasuk produk, fungsi, estetika, waktu dan anggarannya. Jadi semua desain kreatif harus jelas dulu brief-nya diawal," ujarnya. (*)

Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]